Kali ini, mereka pindah ke kapal yang lebih besar dan menuju ke Selatan. Mereka mendarat di Jawa pada tanggal 27 Februari. Letnan Mann dibawa ke Cilacap di pantai selatan dan, pada tanggal 2 Maret, ia berlayar menuju Fremantle dengan menumpang Kapal SS Verspyck.

Hingga tahun 1948, ketika dia tahu bahwa Kapten Borton sekarang tinggal di Bradford, Inggris, Letnan Mann yakin dia merupakan satu-satunya perwira yang selamat dari tenggelamnya Vyner Brooke. Dia meninggal pada pertengahan 1950-an, tanpa meninggalkan anak.

Kapten R.E. Borton, O.B.E. sendiri, saat kapal tenggelam, ia menjadi tahanan oleh Jepang di Sumatera sesaat setelah penenggelaman dan dipindahkan ke tahanan Changi selama Perang. Ketika dipenjara, dia tidak mengungkapkan kepada para penawannya bahwa dia adalah Kapten Vyner Brooke.

Saat pengungsian di Singapura, keluarganya dievakuasi ke Inggris pada bulan Februari 1942. Beruntung mereka tidak menumpang di Vyner Brooke, kapal ayah mereka. Anak perempuan tuanya, Phyllis Wilson menceritakan bahwa.

Baca Juga  Menggapai Mimpi

“Saya baru berusia 8 tahun pada tahun 1942, jadi tidak ingat banyak, hanya yang teringat kengerian yang dirasakan ibu saya dengan 4 anak kecil dan bom-bom yang jatuh ke laut saat kami sedang menuju ‘kapal besar’. tulis Phyllis Wilson.

Mereka menghabiskan masa perang dengan tinggal di Leeds sampai akhirnya Kapten Borton dibebaskan setelah perang usai. Dia meninggal dunia pada tahun 1965.

*Mengenang Vyner Brooke

Untuk memperingati ratusan orang mati yang menumpang di Vyner Brooke di perairan sekitar Pulau Bangka dan di daratnya. Sebuah monumen peringatan dibangun oleh Pemerintah Australia di depan Mercusuar Tanjung Kalian Muntok.

Dekat lokasi pembantaian para Perawat AD Australia oleh tentara Jepang di Pantai Radji setelah terdampar dari Vyner Brooke. Suster Vivian Bullwinkel adalah satu-satunya yang selamat dari pembantaian dan menjadi tahanan perang.

Kemudian, pada 2 Maret 1993, Suster Vivian Bullwinkel dan rekan-rekan sesama tawanan perang menghadiri peringatan di pulau itu. Sebuah plakat perunggu pada tugu granit juga didirikan di tepi danau Cagar Alam Point Walter, Australia.

Baca Juga  Pantun Idulfitri

Pada 2 Mei 1999, Suster Vivian Bullwinkel dan korban lainnya yang

selamat, Wilma Oram, meresmikan tugu itu.

Februari 2018, sebuah tugu juga dibangun di lokasi dekat Pantai Radji. Di plakat yang terpasang juga tertera nama-nama korban dan para Perawat Angkatan Darat Australia penumpang Vyner Brooke.

Di bagian bawah plakat, terdapat gambar SS Vyner Brooke sebelum diambil alih oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris yang mengubahnya menjadi kapal yang bersenjata.

Untuk mengenalkan kisah yang menghancurkan ini sekaligus juga mengilhami dalam perjuangan untuk hidup. Perusahaan pembuat koin di Australia, Royal Australian Mint, mengeluarkan sebuah koin koleksi khusus peringatan senilai 20 sen.

Kepala Eksekutif Royal Australian Mint, Ross MacDiarmid, mengatakan desain koin menggambarkan perjalanan SS Vyner Brooke yang mengerikan. Sementara kemasannya menampilkan beberapa gambar termasuk foto kelompok perawat perang Australia.

Baca Juga  Satu Putaran Arah Jarum Jam

Dan seorang perawat perang Australia yang paling terhormat, mendiang Letnan Kolonel Vivian Statham, yang dikenal dengan nama sewaktu lajangnya, Vivian Bullwinkel.

Selain Vyner Brooke, dikatakan bahwa terdapat 46 kapal lain yang mengangkut para pengungsi meninggalkan Singapura antara 12 hingga 17 Februari 1942.

Dan di antara kapal-kapal ini, hampir setengahnya dibom dan tenggelam ketika mereka melewati Selat Bangka dari Singapura menuju Jawa atau Australia. Dengan demikian ribuan pria, wanita, dan anak-anak terbunuh sebelum ada yang bisa mencapai tanah.

Sebagian besar kapal lainnya ditangkap dan sebagian lainnya tidak ada kabarnya lagi. Beberapa tawanan ada yang ditembak mati dan sebagian besar lainnya berakhir di kamp-kamp tahanan Singapura, Muntok, Palembang, dan bagian Sumatera lainnya.

Penyebab tragedi kemanusiaan itu dikarenakan jumlah Angkatan Laut Jepang yang besar berlabuh di depan Selat Bangka tepat di depan kapal-kapal yang membawa para pengungsi.*

Sumber: ayokebangkabarat.com