“Kita tidak tahu kenapa PT Timah tetap ingin melakukan eksploitasi di laut Beriga, sementara kita tahu banyak IUP-IUP lain yang tidak berizin. Oleh karena itu kita minta Pemerintah Provinsi Babel mengkaji lagi hal ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga Desa Beriga terdampak sangat besar terhadap aktivitas pertambangan tersebut.

Hampir semua masyarakat menolak keras penambangan timah ini.

Penolakannya sudah sejak tahun 2005 lalu karena aktivitas mereka warga desa itu sangat bergantung pada ekosistem laut itu.

“Kita akan tetap melakukan gerakan penolakan ini, baik dengan legitasi dan non legitasi,” tegas Hafiz.

“Dan kita akan tetap melakukan aksi untuk mendesak Pj Gubernur mengevaluasi PT Timah ini karena warga menolak,” terangnya.

Baca Juga  Almaster Kembali Gelar Unjuk Rasa Soal Carut Marut PPDB, Kali Ini DPRD Babel Jadi Sasaran

Pj Sekda Babel, Fery Afriyanto mengatakan pihaknya menerima dan mendengar aspirasi nelayan dan warga yang hadir melakukan unjuk rasa.

Namun karena keinginan mereka untuk bertemu Pj Gubernur Babel, Sugito, semua warga yang hadir boleh menginap di halaman kantor Gubernur Babel.

“Kita akan lanjutkan kembali besok karena harapan masyarakat itu bisa bertemu Pj Gubernur. Namun karena Pak Pj Gubernur masih ada pertemuan di pusat, jadi kita lanjutkan diskusinya besok saat Pak Pj sudah ada,” ujarnya.

Menurut Pj Sekfa Fery, sebelumnya warga Desa Beriga ini sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk menyampaikan aspirasinya. Namun hasilnya akan tetap menunggu dari Pj Gubernur Babel.

Baca Juga  Beraksi di 4 Lokasi, Residivis Curat Diringkus Jatanras

“Hasilnya kita tetap menunggu Pj Gubernur besok. Akan kita bahas internal dulu bersama Pj Gubernur dan instansi terkait,” tutup Fery.**