“Memang tidak ada luka, tapi kalau tidak tutup pintu kemarin, bonyok semua wajahku, orang la nyerbu semue, tidak ada yang bela, hanya aku sendiri,” sambungnya.

Menurut Samayani, sebenarnya ada tiga keluarga lain yang pro PT Timah di Dusun Berikat, namun sudah melakukan pengungsian terlebih dahulu saat malam hari sebelum peristiwa pengusiran.

Kata dia, peristiwa pengusiran tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 Wib pagi hari Kamis (24/10/2024) di saat Samayani sedang sendirian di rumah lantaran suami bekerja dan anak sekolah.

Pagi hari itu, Samayani sedang mencuci dan menjemur baju di belakang rumahnya, lalu tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu.

Mendengar ada yang mengetuk pintu rumahnya, Samayani langsung bergegas menghampiri dan membuka pintu.

Baca Juga  Anak di Bawah Umur di Bateng Jadi Korban Pencabulan, Pelaku Diringkus

Namun, ternyata warga yang datang tidak bermaksud bertamu melainkan mengusirnya dari Dusun Berikat, Desa Batuberiga.

Akhirnya, terjadi peristiwa pengusiran tersebut dan Samayani sekeluarga pergi meninggalkan Dusun Berikat tanpa luka fisik sedikitpun.

Samayani menjelaskan, alasannya mendukung tambang timah di Laut Batuberiga karena yang melakukannya adalah PT Timah yang merupakan bagian dari negara dan sudah mempunyai perizinan serta legal.