Fahry menuturkan, pelaksanaan secara mandiri ini diambil karena merasa kasihan kepada siswa-siswi, jika harus menyebrang ke Desa Tanjungpura.

“Kita khawatir juga harus membawa murid-murid menyebrang ke (Desa) Tanjungpura, apalagi kalau keadaan air laut lagi surut, kasihan mereka harus jalan lewatin lumpur untuk sampai ke dermaga,” ungkap Fahri, Kamis (31/10/2024).

Fahri menyebut bahwa dalam kegiatan ANBK perdana di Dusun Pulau Nangka ini juga mengalami kendala dalam hal fasilitas.

Kata Fahry, untuk mencukupi kebutuhan seperti laptop, mereka masih harus meminjam laptop milik orang Dusun lantaran laptop di sekolah tidak mencukupi.

“Kalau kayak gini, kami sepertinya (ANBK) tahun depan akan menginduk Kembali ke SMP Negeri 5 Sungaiselan karena minimnya fasilitas,” terangnya.

Baca Juga  Jarak Lubang Talud Terlalu Lebar, Rumah Warga Desa Penyak Kembali Terancam Abrasi

Oleh karena itu, dirinya pun berharap agar kedepannya pemerintah bisa membangun jaringan internet yang memadai di Dusun Pulau Nangka.

Dengan demikian, kegiatan-kegiatan krusial seperti ANBK ini tidak dilaksanakan di tepi Pantai lagi.

“Kita pun jadi enak kalau mau melaksanakan pembelajaran berbagai teknologi seperti itu. Kasihan lah kalau tidak diperhatikan seperti ini terus, soalnya dulu orang dari Kominfo juga sudah pernah observasi masalah jaringan internet, tapi enggak tau lagi gimana kabarnya (perkembangan),” imbuhnya.