Jarak Lubang Talud Terlalu Lebar, Rumah Warga Desa Penyak Kembali Terancam Abrasi
BANGKA TENGAH, TIMELINES.ID — Masyarakat Desa Penyak, Kecamatan Koba mengeluhkan jarak lubang talud yang dibangun di belakang rumahnya yang terlalu lebar dengan bibir pantai.
Akibatnya, jika air laut pasang disertai ombak dan angin kencang dikhawatirkan mengancam beberapa rumah terkena abrasi.
Salah satu warga yang rumahnya terkena dampak abrasi, Haji Dris mengungkapkan bahwa derasnya arus masuk dari lubang talud tersebut menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan rumah-rumah warga.
“Kami kadang memakai karung untuk menahan arus ombak yang menggerus lahan di ujung rumah kami. Hal ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Haji Dris Minggu (31/12/2023)
Dikatakan Dris, pihaknya sudah beberapa kali meminta agar talud tersebut bisa di rekonstruksi ulang, agar tidak membahayakan warga yang berada di sekitar talud.
“Sudah beberapa kali kami mengeluh masalah ini. Namun sampai saat ini tidak ada jalan keluar. Kami cuma minta agar pembukaan alur air diperkecil saja, agar tidak mengabrasi tanah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.