Sebagai akibatnya, lingkungan kerja menjadi penuh tekanan. Para bawahan bekerja dengan rasa takut, bukan semangat. Mereka berhati-hati bukan karena menghormati pemimpin, melainkan karena takut salah langkah. Karena salah melangkah bahkan salah berkomentar akan fatal nasibnya bagi bawahan. Pemimpin dengan NPD, pada dasarnya, adalah orang yang haus akan pengakuan atau validasi tanpa henti.

Ia menuntut perhatian dan penghargaan terus-menerus, tetapi tidak pernah benar-benar puas. Mirip orang kehausan yang meminum air laut. Keberhasilan bagi seorang pemimpin yang menderita NPD adalah ketika semua orang tunduk dan mengangguk. Ini adalah sebuah ironi, karena meskipun ia tampak dominan, pemimpin semacam ini sebenarnya rapuh. Ia akan secara terus-menerus diliputi kecemasan untuk menjaga citranya agar selalu prima.

Apa dampak yang lebih luas? Pada level organisasi, proses pengambilan keputusan menjadi lamban dan seringkali salah arah. Kebijakan yang diterapkan tidak lagi berorientasi pada kepentingan umum, atau kepentingan organisasi melainkan untuk menjaga kehormatan dan citra pemimpin semata.

Baca Juga  Pembelajaran IPS Melalui Metode Experiential Learning di SMPN 1 Batujaya Karawang

Sering kali, demi menutupi ketidakmampuan, pemimpin ini akan melemparkan kesalahan kepada orang lain. Ia membuat siapa saja yang “menyulitkan” dirinya tampak sebagai biang masalah. Sebuah organisasi di bawah pemimpin dengan kecenderungan NPD biasanya akan macet, kehilangan arah, dan akhirnya gagal memenuhi harapan publik.

Jadi, apa yang bisa dilakukan? Sulit, memang, untuk mengubah perilaku pemimpin dengan NPD. Apalagi jika ia sudah terbiasa mengendalikan segala hal dengan caranya sendiri. Namun, perubahan tetap bisa diupayakan. Membangun sistem kontrol yang kuat, seperti mekanisme evaluasi yang transparan dan umpan balik yang obyektif, adalah langkah awal. Sayangnya, banyak yang tidak berani menghadapi pemimpin seperti ini. Lebih mudah membiarkannya berkuasa, meski perlahan-lahan ia menghancurkan organisasi dari dalam.

Cara Menghadapinya

Berikut beberapa saran strategi yang dapat membantu mengahadapi pemimpin yang menderita NPD: Pertama, tetap berupaya profesional dan tidak emosional: Pemimpin dengan NPD cenderung memanipulasi emosi orang lain untuk menguatkan posisi mereka. Cobalah untuk tetap netral secara emosional dalam interaksi, dan hindari menunjukkan reaksi emosional yang berlebihan​.

Baca Juga  Binturong: Penjaga Hutan Tropis yang Terlupakan

Kedua, buat batasan yang jelas: Sangat penting untuk menetapkan batasan yang tegas dan konsisten. Pemimpin narsistik mungkin mencoba mengeksploitasi ketidakjelasan, jadi pastikan Anda mengomunikasikan batasan dengan jelas dan tidak membiarkan mereka dilanggar​.

Ketiga, cobalah fokus pada tujuan organisasi: Ketika pemimpin narsistik mulai memusatkan perhatian pada diri mereka sendiri, arahkan kembali pembicaraan ke tujuan organisasi. Ini bisa membantu membatasi eksploitasi emosional dan menjaga fokus​.

Keempat, membangun jaringan dukungan: Pemimpin dengan NPD sering kali menciptakan lingkungan kerja yang terisolasi dan kompetitif. Penting untuk membangun jaringan dukungan dengan kolega untuk memperkuat solidaritas dan membantu satu sama lain dalam situasi sulit​.

Akhirnya, jangan lupa untuk tetap bisa menjaga kesehatan mental anda sendiri: Pemimpin dengan NPD bisa menciptakan lingkungan kerja yang penuh tekanan. Pastikan untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta mencari dukungan jika diperlukan​.

Baca Juga  Krisis Kepemimpinan dan Fenomena Kotak Kosong, Tantangan Serius bagi Masyarakat Bangka Selatan

Mengelola hubungan dengan pemimpin NPD memang sulit, tapi dengan batasan yang jelas dan pendekatan yang profesional, anda bisa mengurangi dampak negatifnya.

Memang yang jadi kesimpulan sebenarnya adalah keberanian untuk berkata jujur. Bahwa pemimpin bukanlah dewa. Ia tentu bisa saja salah. Pemimpin adalah manusia biasa yang sesekali perlu diingatkan. Ia kadang perlu diberi cermin besar untuk melihat dirinya sendiri, bahwa ia tidak sempurna.

Dan, jika ia tetap menolak bercermin, jangan takut untuk memberikan perlawanan. Karena membiarkan seorang pemimpin otoriter yang menderita NPD terus berkuasa, bukan hanya menyulitkan orang lain, tapi juga menjerumuskan seluruh organisasi ke dalam jurang kegagalan. Sehingga pilihannya tinggal mau ikut masuk ke dalam jurang atau berusaha melawannya. So… terserah anda. Salam takzim

Penulis merupakan Ketua Asosiasi Tradisi Lisan dan Pemerhati Budaya Bangka Belitung