Analisis Persepsi Masyarakat Babel terhadap Manfaat dan Risiko dalam Program Tapera
Analisis Persepsi Masyarakat Babel terhadap Manfaat dan Risiko dalam Program Tapera
Oleh: Nurul Khotimah, Amira Nabila Putri, Ade Riatati
Program Tapera atau Tabungan Perumahan Rakyat kini menjadi isu yang hangat diperbincangkan, pasalnya program ini menuai pro dan kontra di dalam masyarakat. Berdasarkan pasal 15 Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2024 dijelaskan bahwa potongan yang dialokasikan untuk program ini cukup besar yaitu 3% dari gaji, hal ini tentu menjadi masalah serius bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian rumah namun hanya memiliki gaji yang pas-pasan, terlebih lagi apabila peserta Tapera memiliki cicilan lain.
Selain dari besarnya potongan yang dialokasikan untuk program ini, tampaknya pemerintah memiliki tugas yang cukup kompleks yaitu memberikan atau membangun lagi kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah, hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang sudah tidak percaya dengan adanya program pemerintah karena maraknya kasus korupsi, masyarakat merasa trust issue sehingga khawatir nantinya anggaran atau tabungan masyarakat untuk program Tapera ini disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.
Hal ini pun diungkapkan oleh salah satu ASN di Pangkalpinang yang mengatakan bahwa masyarakat memiliki trauma terhadap korupsi yang pernah terjadi di program-program sebelumnya. Pengalaman buruk ini menciptakan ketidakpercayaan yang mendalam terhadap pengelolaan dana publik, termasuk dalam konteks program Tapera.
Namun, hal ini ternyata berbanding terbalik dengan adanya antusiasme masyarakat Pangkalpinang terhadap program ini yang cukup tinggi, karena menurut masyarakat Pangkalpinang program ini bisa menjadi solusi yang inovatif dalam menyediakan dana murah dan mudah diakses untuk pembiayaan perumahan dalam jangka panjang.
