“Ke depan kerja sama ini akan berlanjut dengan pemberian beasiswa kepada atlet-atlet kita yang berprestasi. Misal mereka mau kuliah, itu gratis ke UPI. Tapi minimal mereka harus juara di porprov, apalagi PON langsung masuk dan diterima di UPI,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Prestasi KONI Babar Bambang Setiabudi, kerja sama pelatihan dengan UPI Bandung ini tercipta berawal dari hasil evaluasi pasca Porprov Babel 2023 lalu. Memang, Kontingen Babar berhasil meraih juara umum dua.

Dengan meraih 58 medali emas dan 29 perak serta 62 perunggu. Namun hasil itu tidak lepas dari peran pelatih luar daerah pada 14 dari 19 cabor yang diikuti. Meski dalam hal ini, atlet daerah berhasil meraih medali emas dengan persentase sekitar 60 persen.

Baca Juga  Kasus Laka Tambang di Teluk Inggris Nyaris Luput dari Pantauan Aparat

Sisanya berasal dari atlet luar. Begitu juga perak dan perunggu yang diraih atlet daerah dengan persentase 70 persen dan sisanya atlet luar. Semua tetap ada keuntungan dan kekurangan. Tapi, Bambang mengatakan, KONI Babar akan mengubah strategi itu.

“Menuju Porprov tahun 2026, kita ubah strategi. Kita coba maksimalkan atlet dan pelatih daerah. Kita masih punya waktu kurang lebih 2 tahun dan ini sudah masuk roadmap binpres. Sudah pelatihan ini, atlet dan pelatih akan kita petakan secara maksimal,” ujarnya.

“Salah satu titik lemah kita kemarin kita tidak melibatkan guru olahraga. Maka kita rangkul hari ini selain pelatih yang direkomendasikan cabor sebagai penguat di tingkat pengcab nanti. Apalagi secara klasifikasi akademis, guru olahraga mendukung,” katanya.

Baca Juga  Keterbatasan Tak Buat Pengurus KONI Babar Luntur Sehatkan Kembali Organisasi