Menghormatinya berarti merawat dan menjaga tradisi yang ada. Menjaganya agar tetap lestari adalah wujud bakti, menghaturkan hormat kepada warisan nenek moyang.

Di antara hangatnya terik dan rintik hujan yang turun di siang ini, terbayang semangkuk mie kuah ikan Toboali (mie habang) yang menggoda selera.

Harumnya yang menggugah, kuahnya yang kaya akan rasa ikan khususnya Ikan Parang-Parang, seolah memanggil dalam kerinduan.

Setiap seruputannya menghadirkan kelezatan yang tak hanya mengisi perut, tetapi juga menenangkan hati yang merindu cita rasa kampung halaman.

Sebelumnya, Kemendikbud Ristek RI kemarin telah menetapkan 4 karya budaya Bangka Selatan sebagai salah satu Warisan Budaya TakBenda Indonesia tahun 2024 Kamis (22/8/2024) malam lalu.

Baca Juga  Akhir Juli, Lelang Pembangunan Pasar Toboali Dimulai, Anggaran Awal Rp10 M

Penetapan tersebut menjadi suatu kebanggaan bersama 272 karya budaya lainnya di seluruh Indonesia, yang dipimpin langsung oleh ketua Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Indonesia, G.R Lono Lastoro Simatupang.

Empat karya budaya Bangka Selatan tersebut di antaranya, Belacan Habang, Mie Habang, Gangan Kuneng, Bungkol Desa Pangkalbuluh.

Penulis merupakan Pamong Budaya Bangka Selatan.