PWI Bangka Belitung Luncurkan Buku Mengeja Laut
Zulmansyah berharap, langkah yang dilakukan PWI Babel hari ini dapat memotivasi PWI daerah lainnya, untuk terus mengedukasi masyarakat luas, khususnya anggota PWI.
“Apa yang dilakukan oleh PWI Babel ini sangat bagus pastinya, apalagi tujuannya untuk meningkatkan literasi dan kreativitas anggotanya dan masyarakat luas,” tutur Zulmansyah.
“Saya harap PWI daerah lainnya dapat mengikuti apa yang sudah PWI Babel lakukan hari ini, yaitu menelurkan karya yang dikemas dalam sebuah buku, yang berisi edukasi dan pentingnya peran pers di dalam demokrasi,” harapnya.
Diskusi Pilkada Damai dan Anti Hoaks
Selain merilis buku Mengeja Laut, PWI Babel juga menggelar Diskusi Pilkada Damai dan Anti Hoaks di hari dan tempat yang sama.
Diskusi ini diikuti sebanyak 150 orang peserta dari berbagai kalangan, seperti Pelajar dari SMA/SMK sederajat, Mahasiswa, serta wartawan perwakilan organisasi profesi yang ada di Kepulauan Babel.
Kegiatan berkonsep diskusi yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab itu, menghadirkan 5 (lima) orang narasumber, yang membahas sejumlah persoalan, khususnya terkait peredaran berita Hoaks menjelang Pilkada 2024, dengan dimoderatori oleh salah satu wartawan senior Babel, Fahrurrozi.
Narasumber dalam kegiatan itu, antara lain Kapolda Babel Irjen Pol Drs. Hendro Pandowo, M.Si, yang diwakili Direkrut Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Babel AKBP Wahyudi, S.T, M.Si, Ketua Umum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) Prof. Dr. Ibrahim, M.Si, Ketua Bawaslu Babel EM Osykar, yang diwakili Anggota Bawaslu Babel Davitri M.Pd, serta Kasubdit V Siber Ditkrimsus Polda Babel, AKBP M Iqbal Surbakti.
Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang me-notice hal senada dengan Ketua PWI Babel, terkait penyebaran berita hoaks. Menurutnya, berita-berita yang terbit dengan judul provokatif, harus dicaritahu lebih dalam soal kebenarannya.
Tak dapat dipungkiri, sambung Zulmansyah, berita yang terbit dengan judul bombastis adalah hal biasa di dalam dunia pers. Untuk itu, Zulmansyah meminta masyarakat, khususnya Gen-Z untuk tidak mudah terpancing dengan judul berita yang bombastis.
“Kalau menemukan berita yang judulnya bombastis, baca dulu isi beritanya secara menyeluruh, jangan cuma judulnya saja. Dengan menerapkan hal itu, secara tidak langsung akan menunjukkan kita sebagai seorang pembaca yang cermat dalam menerima informasi,” tutup Zulmansyah. (*)
