“Sudah Mbak… ni sampe berkeringat. Enak Mbak, sambalnya. Rasanya macam-macam ya Mbak…” Ku jawab sapaan Mbak Sri dengan Bahasa Indonesia. Karena memang Aku belum bisa berbahasa Bangka.

“Alhamdulillaah kalo om Ponco neg makan e…” sahut Mbak Sri kembali.

“Neg uge Le makan sambal e?”, Mamak menimpali juga dengan bahasa Bangka percakapan kami dengan Mbak Sri.

“Nggak nek kok Mak… justru sambalnya enak kok.”

Spontan Mbak Sri dan Mamak justru ketawa terpingkal-pingkal mendengar jawabanku.

“Om… tau nggak apa arti neg? Neg itu arti e mau om..,” kata Mbak Sri.

“Hehehe … Ooo, itu ya Mbak artinya,” sahutku.

Kulihat mbak Sri senyum-senyum seakan-akan menyembunyikan sesuai terkait makan siangku.
“Om… tau nggak sambal ape yang om makan tadi?” Mbak Sri justru malah ketawa terbahak-bahak.

Baca Juga  Menjadi Guru yang Peduli

Aku jadi bingung, ada apa dengan sambal yang aku makan tadi? Memang sih meski baru pertama kumakan sambal aneh tadi rasanya nyaman sekali dan langsung membuat Aku suka.

Selanjutnya Mbak Sri menceritakan bahwa sambal itu namanya rusip, yang dulu pernah dia kirim ke Solo, dikirim ke Mas Mindar.

Saat itu aku masih kuliah di Solo dan satu kos dengan Mas Mindar. Rusip adalah salah satu makanan khas Bangka, khususnya Bangka Selatan yang merupakan fermentasi dari ikan-ikan kecil.

Penjelasan Mbak Sri mengingatkan saat aku dulu masih kuliah pernah dikirim rusin dari Bangka.

Saat itu rusip yang dikirim dari Bangka aku buang karena aromanya yang menurutku saat itu kurang sedap.

Baca Juga  Kita yang Seamin namun Tak Seiman

Ternyata, tak disangka qudarullaah akhirnya aku sampai di Bangka, dan pertama kali makanan yang aku makan adalah rusip.

Dan, bener-benar aku sangat berkesan saat menikmati makan dengan sambal rusip, sampai sekarang aku sangat menyukai rusip.

Akupun tertawa terbahak-bahak saat mengenang dulu waktu masih kuliah. Kiriman rusip Mbak Sri dari Bangka untuk Mas Mindar di kos, aku buang ke tempat sampah. Sekarang justru menjadi sambal favoritku di Bangka.

Kumpulan Cerpen Perjalananku.

Penulis merupakan Kepala Sekolah SMPN 1 Tukak Sadai.