Oleh: Ummi Sulis

Suasana di dalam kelas jadi riuh dengan keadaan Emir yang menggelepar-gelepar tadi. Bukan hanya guru piket yang datang ke kelas, tetapi guru yang mengelola UKS, guru BK, guru yang masih jamkos, mereka semua tergopoh-gopoh menyambangi kelas Juwi, demi melihat Emir. Emir seperti sesosok makhluk planet lain. Bentuknya menyeramkan dengan mata yang memerah. Tapi anehnya, kulitnya terlihat begitu pucat.

Baca Juga  Cinta dalam Selembar Nyawa