Oleh: Rusmin Sopian

Hari ini, Senin (18/11/2024) menjelang siang, penulis sungguh beruntung.

Di tengah panorama alam yang kurang bersahabat di kawasan Toboali dan sekitarnya, sebuah buku diberikan Ketua PWI Bangka Selatan Dedy Irawan kepada penulis.

Buku karya para wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang baru diluncurkan Sabtu (16/11/2024) yang berjudul “Mengeja Laut” penulis terima.

Peringati HUT Babel, PWI Gelar Diskusi Antihoaks Pilkada Damai dan Peluncuran Buku
Buku antologi “Mengeja Laut” karya 11 wartawan PWI Babel diluncurkan pada Diskusi Antihoaks memperingati HUT ke-24 Provinsi Babel. (Foto istimewa)

Di suasana hujan yang membasahi bumi Habang, sebutan lain untuk Toboali, kopi hitam yang pekat menemani mengeja aksara demi aksara yang ditulis sebelas (11) wartawan yang tergabung dalam PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Beberapa nama penulis dalam buku itu amat penulis kenal baik. Bahkan pernah menjadi redaktur saat penulis masih bergabung di Media Suara Bangka dan SKM Bangka Express. Irwanto.

Baca Juga  Perkuat Ekonomi Organisasi, PWI Bangka Belitung Matangkan Pembentukan Koperasi

Demikian pula dengan Dedy Irawan, Ketua PWI Bangka Selatan, tandem dalam menggelora semangat literasi dari Pulau Pongok hingga Sebagin.

Ada pula Budi Rahmat, redaktur sastra Babel Pos, di mana penulis sering mengirim tulisan fiksi untuk Harian Babel Pos. Ada Antoni Ramli, ada Tamimi dan sederet nama lainnya.

Walaupun beberapa nama, jujur belum pernah ketemu dan berinteraksi. Namun tulisan mereka di media sering dibaca.