Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran IPS di SMPN 2 Tanjunganom
Hal ini dapat meningkatkan pemahaman yang mendalam tentang materi pembelajaran dan memungkinkan siswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam konteks yang bermakna. Memenuhi kebutuhan belajar siswa Dengan menerapkan diferensiasi, tujuan inovasi ini adalah memenuhi kebutuhan belajar siswa. Setiap siswa memiliki gaya belajar, minat, dan tingkat penguasaan yang berbeda. Dengan memberikan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan, siswa dapat belajar dengan cara yang paling efektif bagi mereka.
Berangkat dari pembelajaran klasikal, motivasi belajar rendah, dan sumber belajar homogeny berdampak pada keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Maka, pendidik memberikan inovasi pembelajaran dengan integrasi pembelajaran berdiferensiasi dengan project based learning untuk meningkatkan partisipasi siswa selama pembelajaran, meningkatkan motivasi belajar, sumber belajar heterogen (buku, lingkungan belajar, dan internet). Pada akhirnya siswa akan dapat merasakan kebermanfaatan pembelajaran dan peningkatan pemahaman.
Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di SMPN 2 Tanjunganom, penulis desain dengan rancangan, pertama melakukan asesmen diagnostic untuk mengetahui gaya belajar siswa (visual, audiovisual, dan kinestetik). Kedua, pengelompokkan peserta didik sesuai gaya belajar. Ketiga, pembagian LKPD sesuai gaya belajar yang sudah disiapkan guru. Dalam LKPD ini berisi materi yang berbeda dimana visual terdapat artikel, audiotori terdapat video yang berisi tulisan dan audio, minim animasi yang bergerak, dan kinestetik video yang lebih banyak dengan animasi yang bergerak.
Kemudian dilanjutkan dengan penugasan kelompok sesuai gaya belajar, dimana pertanyaan yang telah disusun visual pertanyaan yang sudah disiapkan dengan lembaran, audio pertanyaan yang disusun melalui rekaman, dan kinestetik pertanyaan yang dikemas menggunakan QR Code dengan di cetak untuk di tempel di tempat-tempat yang dapat menunjukkan aktivitas moving untuk peserta didik dengan gaya belajar kinestetik. Terakhir, penugasan kelompok sesuai materi ajar, yang sudah disesuaikan dengan gaya belajar.
Visual dengan menggambar dilengkapi deskipsi singkat pada media gambar. Audiotori dengan melakukan rekaman suara. Kinestetik dengan membuat video di area yang dapat mendukung tema sesuai materi pembelajaran. Konsep pembelajaran yang sudah dirancang sedemikian rupa, juga membutuhkan penilaian pada produk yang sudah dihasilkan.
Pembelajaran berdiferensiasi ini mengintegrasikan metode project based learning (PjBL) dimana sesuai dengan kurikulum merdeka yang sudah berjalan dalam 3 tahun terakhir. Penilaian yang dilakukan guru tentu mencakup formatif dan sumatif. Dalam penilaian formatif, guru menggunakan check list untuk penilaian sikap dan keterampilan, lembar refleksi dan evaluasi melalui penilaian teman sejawat dan penilaian individu, kemudian rubric penilaian untuk hasil produk yang dinilai setelah masing-masing kelompok melakukan presentasi. Sedangkan sumatif, kami lakukan dengan melakukan tes tertulis melalui media interaktif educaplay untuk mengukur pemahaman siswa selama proses pembelajaran.
Referensi:
Rompis, F. F. (2023). Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Aritmetika Sosial Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 7(1), 219–236. https://doi.org/10.26811/didaktika.v7i1.1054
Widyawati, R., & Rachmadyanti, P. (2023). Analisis Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Materi IPS di Sekolah Dasar. Jpgsd, 11(2), 365–379. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-pgsd/article/view/52775
