Oleh: Camelia Analisa Putri, S.Pd., Gr. dan Raudya Setya Wismoko Putri, M.Pd

Dalam dunia pendidikan, setiap siswa memiliki karakteristik, minat, dan kemampuan yang beragam. Perbedaan ini menuntut adanya pendekatan pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar individual siswa agar mencapai potensi maksimalnya. Salah satu pendekatan yang relevan adalah pembelajaran berdiferensiasi, yaitu proses pembelajaran yang menyesuaikan isi, proses, dan produk pembelajaran agar sesuai dengan karakteristik masing-masing siswa (Widyawati & Rachmadyanti, 2023).

Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang inklusif, di mana setiap siswa merasa diperhatikan dan termotivasi untuk belajar. Di SMPN 2 Tanjunganom, penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menjadi fokus penting dalam upaya meningkatkan kualitas belajar siswa. Mata pelajaran IPS, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sosial, ekonomi, budaya, dan geografi, memiliki potensi besar untuk diterapkan dengan pendekatan diferensiasi.

Baca Juga  Emansipasi Naik Level: Dari Perjuangan Membuka Pintu Menuju Perjuangan Kesetaraan

Melalui pembelajaran yang berdiferensiasi, guru IPS diharapkan mampu merancang strategi pengajaran yang bervariasi sehingga siswa dapat terlibat aktif dalam proses belajar, memahami materi lebih mendalam, dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis serta analisis sosial.

Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi guru dapat mengetahui bahwa setiap peserta didik mempunyai kebutuhan belajar yang berbeda. Kebutuhan tersebut terdiri atas kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar. Perencanaan pembelajaran berdiferensiasi menggunakan modalitas belajar, penyajian materi/konten berupa PPT dan video youtube, proses evaluasi di akhir pembelajaran peserta didik diberikan kebebasan dalam mengumpulkan tugas sesuai dengan modalitas belajarnya.

Menurut (Rompis, 2023) terdapat 11 langkah untuk membantu para pendidik dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di antaranya pertama, pendidik perlu melakukan pemetaan peserta didik dengan cara melihat dari kompetensi peserta didik (kompetensi intelektual, kompetensi sosial, dan kompetensi psikomotorik), melihat dari minat atau keinginan peserta didik, dan melihat dari kebutuhan peserta didik.

Baca Juga  Pantun, Bertutur Kata Menjaga Budaya Daerah

Kedua, pendidik perlu mendapatkan wawasan tentang peserta didik untuk mengetahui metode pembelajaran yang sesuai dengan minat atau keinginan dan kebutuhan peserta didik. Ketiga, pengelompokkan yang bertujuan agar peserta didik saling belajar dan tukar pikiran sehingga tidak bergantung kepada guru. Keempat, peserta didik berikan pilihan kepada peserta didik dalam mengerjakan tugas. Kelima, informasi berbagai bentuk yaitu guru dapat menyajikan materi yang sesuai dengan modalitas belajar misalnya contoh kasus, tayangan pendek/video, dan metode-metode yang baru.

Keenam pendidik jangan berikan latihan umum. Jika memberikan latihan umum, maka hanya peserta didik yang kemampuan intelektualnya tinggilah yang dapat menyelesaikan dengan mudah, sementara yang lain 9 mungkin akan sulit dan bahkan akan lambat dalam mengerjakan latihan yang diberikan diawal pembelajaran. Ketujuh, hubungkan pembelajaran ke dunia siswa, guru perlu memberikan contoh yang jelas, konkrit, dan relevan.

Baca Juga  Seberapa Besar Pengaruh Artificial Intelligence bagi Mahasiswa di Babel?

Kedelapan kombinasi kekuatan pengajaran dengan cara melakukan kombinasi dengan rekan guru. Kesembilan latihan untuk menyempurnakan dengan cara menguasai ketrampilan, pengetahuan yang menyeluruh tentang materi, manajemen kelas, dan kemampuan mengendalikan pembelajaran dengan baik. Kesepuluh, memulai dengan sesuatu hal karena keberhasilan pembelajaran diferensiasi tidaklah instan tentu melalui berbagai proses. Kesebelas Percobaan, guru perlu berani memulai pembelajaran berdiferensiasi meskipun masih banyak yang perlu diperbaiki. Dengan demikian peserta didik dapat berkembang sesuai kapasitasnya dan belajar dengan menyenangkan.

Pembelajaran berdiferensiasi yang dilaksanakan dalam pembelajaran mempunyai tujuan Meningkatkan keterlibatan siswa Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dengan menyajikan konten yang relevan, siswa dapat merasa lebih terlibat dan terhubung dengan materi pembelajaran. Meningkatkan pemahaman yang mendalam Dengan menggabungkan Pembelajaran Berdifernsiasi, siswa dapat belajar dengan cara yang sesuai dengan gaya belajar mereka.