Mengapa Gen Z Sangat Peduli dengan Self-Care?
Pergeseran budaya dari “hustle” ke “healing” mencerminkan perubahan dramatis dalam pendekatan generasi muda terhadap kesehatan pribadi. Budaya “hustle” yang terus menerus terlihat dalam kerja keras yang tidak pernah berhenti sebagai tolak ukur keberhasil saat ini kian meredup. Sebaliknya, budaya “healing”, yaitu prioritas bagi istirahat, self-care, dan well-being mental mendapatkan popularitas yang jauh lebih besar. Kebanyakan generasi muda sekarang ini menganggap kata sukses tidak lagi sepenuhnya diukur dengan produktivitas. Sejak dilihat dari study McKinsey, “menunjukkan bahwa generasi muda saat ini lebih mengutamakan keseimbangan kehidupan pribadi dan profesional daripada karier yang menguras tenaga.
7. Peran Brand dalam Mendukung Self-Care
Di sisi lain, brand dan perusahaan juga berkontribusi untuk mendukung proses self-care Gen Z. Menurut Pion, brand yang berhasil adalah brand yang dapat memahami perasaan Gen Z dan menyediakan produk atau layanan yang benar-benar membantu mendukung kesehatan mental dan fisik mereka. Oleh karena itu, hal ini tidak mengherankan jika ada aplikasi untuk meditasi, produk kesehatan, dan layanan yang selalu memperjuangkan kesehatan sebagai dukungan untuk self-care dari generasi muda saat ini. Keputusan tentang alasan self-care menjadi sangat penting bagi Gen Z.
Secara keseluruhan, Generasi Z menjadikan self care sebagai prioritas utama karena mereka menyadari bahwa kesehatan mental dan fisik adalah prioritas dalam hidup yang nyata, selalu memiliki tekanan dari semua sisi mereka. Kehidupan, dan mereka perlu alat untuk menjalani keseimbangan hidup ini dan bahagia.
Referensi:
“Self-care and Gen Z: How are young people protecting their…”, Pion, 2024.
“Self-Care ala Gen Z: Nggak Cuma Skincare, Lho!”, Haloyouth, 2024.
“Mind the Gap: Gen Zers are obsessed with wellness”, McKinsey & Company, 2024.
“Ngobrol tentang Self-Care, Ritual Harian yang Bikin Gen Z Happy”, Haloyouth, 2024.
“Wellness and Self-Care Trends for Gen Z”, Betterlyf, 2024.
Artikel ini menjelaskan bagaimana Gen Z memandang self-care sebagai elemen penting dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.
Fitri Hasanah Lubis, Mahasiswi Jurusan Akuntansi Universitas Bangka Belitung
