Memang tidak semua orang sadar dengan sifat parasitismenya seorang kader. Tapi yang sudah banyak berdinamika tentunya paham mana yang terjun ke organisasi untuk tujuan pribadi dan mereka yang terjun memang juga tertanam niat untuk belajar, berjuang dan mengabdi. Kesadaran adalah hal yang sangat penting. Berjalan atau tidaknya sebuah organisasi terletak pada kesadaran anggota-anggotanya. Ketika kesadaran tertanam dalam diri seorang kader maka terlintas dalam dirinya yang melekat akan kewajiban.

Dunia kerja yang melibatkan latarbelakang proses disebuah organisasi adalah bonusnya sebuah pengabdian, bukan menjadi tuntutan kita wajib mendapatkan itu semua. Karena realita yang dihadapkan saat ini, justru kader-kader parasit lebih pandai dan dengan tidak ada rasa sadar mengambil celah peluang yang ada. Sehingga kader yang militansi dalam berproses dan berdinamika terkesampingkan.

Baca Juga  Kritis? Boleh tapi Harus Konstruktif

Maka diakhir statement ini, dengan penuh kesadaran dalam ikhtiar menjaga dan merawat sebuah rumah (organisasi). Menyatakan akan pentingnya menjaga militansi, menjaga solidaritas antar sesama anggota. Mengingat dan tidak melupakan mereka yang memang berjuang, berikhtiar dan mengabdikan diri dalam sebuah organisasi yang sehingga patut diutamakan ketika peluang organisasi dapat memberikan hak bagi mereka yang berjuang.

Tentunya penting bagi kita untuk utamakan mereka yang ikhlas menggerakkan organisasi, mereka yang berkorban bukan mereka yang hanya muncul saat adanya kepentingan. Ruhnya sebuah organisasi akan tetap ada ketika roda itu berjalan pada porosnya dengan penuh kesadaran bahwa organisasi adalah wadah bukan alat untuk kepentingan pribadi melainkan untuk tujuan bersama.

Baca Juga  Bekelakar: Budaya Komunikasi dan Kehangatan Sosial di Bangka Selatan

Mendalami segala keyakinan bahwa kita sebagai pemuda yang ikhtiar dalam sebuah wadah organisasi, kita yang berusaha menggerakkan roda tersebut untuk sampai pada tujuan yang menjadi fitrah terbentuknya sebuah organisasi ataupun tujuan secara konstitusional.

Marwan, Mahasiswa Hukum, Ketua Umum HMI Universitas Bangka Belitung