Oleh: Marwan

Berdinamika dalam sebuah organisasi adalah fitrahnya para pejuang umat. Namun dinamika internalisasi harus berada pada koridor berjalannya roda dengan baik. Dengan tegas saya menyampaikan organisasi banyak dihadapkan dengan parasit-parasit (pengambil manfaat namun enggan berjuang membesarkan organisasinya).

Menikmati power besar organisasi, memanfaatkan relasi namun tidak menggerakkan organisasi. Dinamika ini semakin terlihat dibanyak ruang lingkup organisasi kepemudaan. Saya selaku orang yang berjuang dari nol untuk sebuah organisasi sampai dengan detik ini justru merasakan keberadaan anggota parasit Organisasi.

Berorganisasi hanya untuk mencapai kepentingan pribadi. Berorganisasi untuk menghidupi diri sendiri namun enggan melihat kondisi organisasi yang tak berdaya. Parasitnya sebuah tumbuhan itu hidup dengan menumpang pada pohon lain sehingga membuat sebuah pohon itu mengering dan mati. Sama halnya dengan parasit Organisasi, mengaku anggota untuk hidup disebuah organisasi memanfaatkan jejaringan dan relasi, memanfaatkan fasilitas organisasi sampai tercapainya tujuan dan kepentingan pribadinya namun lupa rahim yang mengiringi tercapainya tujuan tersebut.

Baca Juga  Tetap Sehat saat Berlebaran

Seorang tokoh islam yang berjuang dalam meletakkan dasar pendidikan sekaligus pendiri Muhammadiyah yakni K.H Ahmad Dahlan menyampaikan nasihat “Hidup-hidupilah Organisasi Muhammadiyah jangan mencari hidup di Muhammadiyah”. Ini melekat pada setiap jantungnya organisasi. Keberkahan pengabdian pada sebuah organisasi seharusnya akan didapatkan ketika ikhlas dalam mengabdi untuk kepentingan orang banyak.

Namun hari ini kader-kader organisasi banyak menjadi parasit (penikmat besarnya organisasi). Relasi dimanfaatkan untuk kepentingan perutnya sendiri bukan untuk menjalankan roda organisasi. Fasilitas organisasi dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan golongan tapi tidak dengan berjuang menjalankan roda organisasinya. Parasit seperti ini jangan sampai menjangkar. Fitrah sebuah organisasi akan rusak ketika hanya dibawa untuk kepentingan yang sifatnya individualistis.

Baca Juga  Karate dan Pembentukan Karakter

Anggota organisasi yang disebut dengan kader parasit ini biasanya muncul ketika ada peluang atau kepentingan. Menjual nama organisasinya sebagai background untuk kepentingannya. Padahal selama menjadi anggota organisasi patut dipertanyakan apa yang sudah diberikannya. Bagi pribadi, tentunya kemunafikan kader parasit dalam organisasi selalu saya tandai. Ketika suatu saat tau, kader yang harus diutamakan karena niat, keuletan, kedisiplinan dan keikhlasan mengabdi dalam sebuah organisasi dan mana yang hanya muncul karena kebutuhan/kepentingan.