Khasiat Lempah dan Rusip bagi Guru
Menjadi guru yang mumpuni, artinya guru tidak hanya menguasai teori tetapi juga cakap dan terampil dalam mengaplikasikannya. Seorang guru yang memiliki kepribadian mumpuni adalah guru yang memiliki kualifikasi profesional di bidangnya, memiliki kualitas dan mutu diri yang unggul serta mampu membawa perubahan yang lebih baik.
Produktif, artinya mampu menghasilkan sesuatu dalam jumlah besar atau maksimal dengan efisien dan efektif. Menjadi guru yang produktif maksudnya adalah menjadi sosok yang kreatif dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak membosankan, menyampaikan materi dengan cara yang jelas, menarik, dan sesuai kebutuhan siswa.
Hal ini mencakup penggunaan metode pembelajaran yang inovatif dan teknologi untuk membantu siswa memahami pelajaran dengan lebih baik. Mereka selalu mencari cara baru untuk membuat proses belajar menjadi lebih efektif dan menyenangkan. tidak hanya fokus pada pencapaian akademik siswa, tetapi juga pada pembentukan karakter, sikap, dan keterampilan hidup siswa agar menjadi individu yang lebih baik.
Aktif, artinya sesuatu yang bergerak, bekerja, atau berjalan dengan baik sesuai dengan fungsi dan tugasnya. Aktif juga dapat diartikan sebagai giat bekerja atau berusaha. Menjadi guru aktif berarti seorang pendidik yang memiliki peran proaktif, inovatif, dan responsif dalam mendidik dan membimbing peserta didik. Guru aktif tidak hanya mengandalkan metode pengajaran tradisional, tetapi juga terus mencari cara untuk membuat proses belajar-mengajar lebih menarik, relevan, dan efektif.
Humanis, dapat diartikan memperlakukan sesama manusia dengan baik tanpa melihat ras suku agama maupun profesinya. Humanis bersikap terbuka toleran dan mampu menghormati keyakinan orang lain. Menjadi guru humanis berarti menjalankan peran sebagai pendidik dengan pendekatan yang memprioritaskan kemanusiaan, empati, dan penghargaan terhadap potensi setiap siswa.
Konsep ini berakar pada humanisme, yang menekankan pentingnya memahami, menghormati, dan memberdayakan manusia secara utuh, baik dari aspek intelektual, emosional, sosial, maupun spiritual. Dengan menjadi guru humanis, pendidikan bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga tentang membangun manusia yang utuh dan bermakna bagi dirinya sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Responsif, artinya sikap cepat menanggapi atau bereaksi terhadap sesuatu dengan tepat dan bijaksana. Orang yang responsif memiliki kemampuan untuk memahami situasi permintaan atau kebutuhan yang ada di sekitarnya, juga dapat berkomunikasi secara baik dan efektif dengan orang lain.
Menjadi guru yang responsif berarti memiliki kemampuan untuk memahami, merespons, dan beradaptasi secara efektif terhadap kebutuhan, potensi, dan tantangan yang dihadapi oleh siswa, serta dinamika lingkungan pembelajaran. Guru yang responsif adalah guru yang mampu memahami keberagaman siswa, adaptif terhadap perubahan, peka terhadap kebutuhan emosional, cepat mengambil tindakan, mampu berkomunikasi secara efektif, berorientasi pada pengembangan siswa dan memiliki empati serta kepekaan sosial.
Universal, menurut KBBI merupakan kata sifat yang memiliki arti umum, jika diaplikasikan pada konteks pembicaraan universal berarti berlaku untuk semua orang atau seluruh dunia. Dalam konteks pembelajaran, guru melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai aktor pembelajaran di kelas diharapkan mampu memahami pembelajaran secara universal karakteristik peserta didik, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus untuk mendapatkan dan menerima proses pembelajaran secara merata dan berkeadilan.
Menjadi guru universal berarti menjadi pemandu yang tidak hanya mendidik pengetahuan, tetapi juga menginspirasi generasi mendatang untuk menjalani hidup dengan penuh makna, tanggung jawab, dan cinta kasih terhadap dunia dan sesamanya. Makna menjadi guru yang universal adalah peran seorang pendidik yang melampaui batas-batas formal, kultural, agama, dan geografis. Guru universal memiliki misi dan visi yang luas untuk mendidik, membimbing, dan menginspirasi semua individu tanpa memandang latar belakang, status sosial, atau keyakinan mereka.
Sportif, artinya sikap mental yang menunjukkan sifat jujur, ksatria, gagah, peduli terhadap aturan yang berlaku, bertindak secara positif, menunjukkan sikap hormat dan adil terhadap orang lain, menerima dengan baik apapun hasil dari sebuah pertandingan. Menjadi guru yang sportif maksudnya adala guru yang bersikap adil, jujur, terbuka, dan profesional dalam menjalankan tugas mendidik serta membimbing siswa.
Guru yang sportif tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, nilai, dan etika, baik di dalam maupun di luar kelas. Guru yang sportif juga mendukung siswa untuk berkembang dengan memberikan motivasi, kritik yang membangun, dan pujian yang tulus.
Inklusif, artinya sikap terbuka untuk menerima dan berinteraksi dengan orang lain meskipun memiliki perbedaan. Inklusif juga berarti mengajak atau mengikutsertakan semua orang tanpa membeda-bedakan dalam pendidikan. Menjadi guru yang inklusif artinya bahwa guru mampu memahami karakteristika peserta didik yang beragam. Keberagaman karakteristik peserta didik ini tentunya mampu memicu inovasi dan kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran. Terampil memilih media pembelajaran serta mampu memilih dan menerapkan model atau metode pembelajaran.
Profesional. Istilah profesionalisme berasal dari profession. Dalam Kamus Inggris-Indonesia, profession berarti profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu. Guru profesional adalah guru yang memiliki kemampuan profesional yang dalam hal penguasaan terhadap program pembelajaran yang meliputi kemampuan intelektual yang baik untuk merancang, melaksanakan dan mengevalusi proses pembelajaran, serta bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran. Guru profesional juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap mutu pendidikan yang baik sehingga mampu membimbing dan mengarahkan siswa untuk berprestasi.
Semoga melalui tulisan ini di momentum Peringatan HUT Ke-79 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2024 menjadikan refleksi bersama para guru untuk tetap profesional dalam menjalankan tugas. Semoga para guru tetap semangat bekerja dengan gembira dan mencintai pekerjaannya. Selamat Hari Guru Nasional 2024, Guru Hebat Indonesia Kuat.
Penulis merupakan Kepala SMP Negeri 1 Tukak Sadai.
