Kompolnas Diminta Turun Usut Tuntas Kasus Penembakan Warga oleh Oknum Brimob
Pasalnya, perusahaan kelapa sawit itu turut bertanggungjawab atas kasus yang menghilangkan nyawa Beni. Dia berharap manajemen yang ada di PT BPL diganti semua, karena mereka dinilai yang memicu awal terjadi kasus penembakan tersebut.
“Kalau tidak ada suruhan dari mereka tidak mungkin kejadian seperti ini. Selain itu, ini bukan kejadian pertama yang melibatkan penembakan oleh anggota Brimob terhadap warga. Sebelumnya, anggota Brimob juga terlibat dalam kasus lain,” tuturnya.
“Ya ada kasus lagi sebelumnya oleh anggota Brimob, penembakan seorang warga Desa Berang mengakibatkan cacat permanen pada bagian kaki. Itu pertama kali terjadi sekitar belasan tahun lalu. Di mana, korban merupakan warga disabilitas,” ungkapnya.
Meski pada kasus pertama itu korban memiliki keterbelakangan mental, korban tetap ditembak karena lakukan perlawanan. Korban yang ditembak angota Brimob, bernama Muri (29), lantaran mengambil biji timah area bandar perkebunan kelapa sawit.
“Korban sudah meninggal dunia tapi bukan pas kejadian. Korban ditembak di bagian kaki sehingga cacat permanen. Jadi kami merasa khawatir dengan keberadaan anggota Brimob yang sering dilibatkan dalam pengamanan di PT BPL,” tambahnya.
Terakhir, kata Romi masyarakat menuntut agar pengamanan dari Brimob dihentikan dan digantikan oleh TNI atau polisi, untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
“Keinginan masyarakat itu tidak ada lagi pengamanan dari anggota Brimob untuk mengamankan perusahaan di sini karena anggota Brimob sering membawa senapan. Mereka tidak hanya menakuti melainkan menembak, jangan sampai ketiga kali,” jelasnya.
