Oleh: Rusmin Sopian

Penulis menatap postingan berita di salah satu media online rabu (27/11) sebelum ke tempat pemungutan suara ( TPS).

Mata terbelalak saat membuka kolom berita terpopuler di media Orbit Indonesia Com yang bermarkas di Jakarta. Terpopuler pertama.

Puisi Arsi Pratiwi siswi SMAN 1 Toboali Bangka Selatan bertengger di puncak berita terpopuler situs berita online itu.

Peristiwa ini bukanlah barang baru bagi literasi Bangka Selatan. Sebelumnya berita tentang peluncuran buku pelajar SMPN 1 Pulau Besar dan buku Pelita Krio Panting SMAN 1 Payung menjadi berita terpopuler di media yang bermarkas di Jakarta itu.

Bahkan sebuah cerpen karya Hikmah Tul Aulia siswi SMAN 1 Toboali yang berjudul “Bersorai Lestari” yang ditayangkan media online Timelines menembus discovery geogle. Sebuah pencapaian yang luar biasa untuk literasi Bangka Selatan.

Baca Juga  Simbiotik Pesisir: Urgensi Konservasi Lamun terhadap Populasi Dugong

Fakta pendapat dan fakta peristiwa kegiatan literasi di Bangka Selatan seolah sedang “kare” (menyala) seiring bergemuruhnya kegiatan literasi dari Sebagin hingga Pongok.

Aktivitas literasi telah menjadi bagian penting dari kebermajuan daerah, khususnya yang digelar institusi pendidikan di daerah Negeri Junjung Behaoh ini.

Peluncuran buku seolah-olah sudah menjadi tradisi. Kelahiran buku dari para penulis daerah ini seolah-olah sudah menjadi bagian derap pembangunan daerah.

Tak heran bila Duta Baca Indonesia Gola Gong memberikan apresiasi tinggi kepada perkembangan dunia literasi di Bangka Selatan.

Lewat buku kita bisa bersaing dengan daerah lain. Lewat kegiatan literasi kita bisa dikenal di seluruh pelosok nusantara.