“Kebetulan sedang ada kerjaan di sini (Mentok) dan menginap. Jadi saya sempatkan nyantai ke sini (Pantai Batu Rakit), lihat-lihat pantai sambil makan otak-otak, asyik kan. Cuma saya lihat, banyak ponton tambang parkir, ini kan merusak pemandangan,” ujarnya, Senin (3/12/2024) sore.

Dia meyakini, kawasan tersebut bukan areal pertambangan khususnya Pantai Batu Rakit yang menjadi objek wisata daerah. Hal senada juga dikeluhkan masyarakat setempat bernama Akmal yang kesehariannya berprofesi nelayan dan kerap mencari ikan di daerah itu.

“Kalau ponton itu setahu saya baru ada beberapa hari parkir, tersebar di kawasan Pantai Baru, Batu Rakit dan Rutilahu. Cuma masalahnya, ini mengganggu kita nelayan mencari ikan karena tidak bisa menebar pukat di sana,” ujar Akmal kepada wartawan.

Baca Juga  Melati Serahkan Empat Mesin Baru untuk Nelayan

Akmal tak mengetahui persis ponton itu milik siapa. Begitu pula kawasan itu apa masuk Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk atau tidak. Namun demikian, nelayan merasa amat terganggu dengan kehadiran ponton tambang di perairan tersebut.

“Beberapa waktu lalu, pukat teman kita ada yang dihantam speedboat milik orang yang hendak mengecek ponton ke arah tengah. Makanya selain sangat menganggu pemandangan, juga kami nelayan kena dampaknya,” ujar lelaki berusia 38 tahun tersebut.

“Kemudian kalau bisa parkirnya jangan pencar, dekatkan saja jadi kami nelayan leluasa pasang pukat. Ini sudah agak mendingan, kemarin itu pisah-pisah, ada yang di tengah-tengah dan pinggir, setelah kami bilang sudah agak menepi dan dekatan,” jelasnya.

Baca Juga  H-1 Lebaran, Segini Harga Daging Sapi di Pasar Mentok