BANGKA, TIMELINES.ID – Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini menyebutkan profesi nelayan dan petani saat ini masih terseok-seok untuk bangkit memenuhi kebutuhan ekonomi. Dua profesi ini menurut Risma hampir sama terjadi di seluruh wilayah Indonesia saat ia melihat langsung pola kelola ekonomi para nelayan dan petani.

Menurut dia, para nelayan dan petani tak pernah lolos dari jeratan para rentenir atau tengkulak sebagai penopang kebutuhan melaut dan musim paceklik. Sehingga hasil laut yang didapat tidak dapat dijual dengan harga bagus karena harga ditentukan atau diatur oleh para tengkulak.

Untuk keluar dari permasalahan ini, Risma meminta pemerintah untuk mendirikan koperasi bagi nelayan dan petani. Sehingga koperasi yang diatur dengan sehat dapat lebih mensejahterakan nelayan dan petani.

Baca Juga  Hasil Putusan DKPP, Tiga Komisioner Bawaslu Bangka Dijatuhi Sanksi Peringatan

“Saya tahu masalahnya nelayan. Biasanya kalau melaut berapa hari pinjam uang untuk beli beras. Saya bisa bantu mereka bentuk koperasi supaya mereka tak terkena rentenir. Jadi mereka pinjam ke koperasi untuk biasanya melaut. Nanti jual ikannya di koperasi sehingga harganya bisa dijaga,” kata Risma saat acara penyerahan bantuan kapal nelayan di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Selasa (4/7/2023).

Koperasi menurut Risma dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Contohnya, saat ia menjadi wali kota Surabaya, ada kewajiban di setiap kecamatan memiliki koperasi. Hasilnya, dalam kurun waktu 2,5 tahun koperasi yang ia modali sebesar Rp30 juta dapat berkembang menjadi Rp500 juta hingga Rp1 miliar.