“Saya di Surabaya di setiap kecamatan ada koperasi. Saya bantu Rp30 Juta dan dalam waktu 2,5 tahun sekarang sudah menjadi Rp 500-600 juta. Bahkan ada koperasi yang dikelola tuna rungu bisa mencapai Rp1 miliar,” cerita Risma.

Menariknya, keuntungan koperasi ini dapat kembali kepada anggota. Sehingga apapun kebutuhan nelayan dan petani dapat diakomodir oleh koperasi. Apalagi hasil tangkapan nelayan dapat dijual oleh koperasi dengan harga bagus.

“Jadi nanti harganya dijaga jadi gak jatuh-jatuhan. Saya akan bantu koperasi kalau Pak Bupati bisa bikin koperasi. Nanti keuntungannya akan kembali ke mereka (anggota). Jadi kebutuhan dia untuk beras, misal ada 100 nelayan sebulan bisa bantu akses ke Bulog bisa dapat harga murah. Jatuhnya ke nelayan juga murah. Sementara kalau ada keuntungan balik kepada mereka”,jelas Risma.

Baca Juga  Puri Tri Agung dan Vihara Vajrabudhi Bogor Bakal Gelar Operasi Katarak Gratis di Sungailiat

Dia berharap pemerintah daerah dapat membentuk koperasi nelayan tersebut. Dimulai dari izin daerah dan akan diteruskan ke Kementerian Sosial RI untuk bantuan suplay modal koperasi.

“Pemerintah daerah akan membentuk koperasi. Izin dari daerah bisa diajukan ke saya bantuan untuk para nelayan ini sehingga mereka bisa suplay,” imbuhnya.(East)