Pasca Pilkada, Tambang Keranggan Beroperasi Lagi, Disorot Sejumlah Masyarakat

BANGKA BARAT, TIMELINES.ID — Pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, aktivitas tambang di Perairan Laut Keranggan, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Bangka Belitung (Babel) kembali beroperasi.

Padahal aktivitas yang menggunakan Ponton Isap Produksi (PIP) itu sempat berhenti beberapa pekan lalu. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (4/12/2024) siang, dentuman suara mesin ponton kembali menggema di Perairan Keranggan.

Menandakan bahwa pertambangan biji timah itu kembali berjalan. Terpantau, ada sekitar 50 unit PIP menggempur isi bumi di Laut Keranggan. Wisnu, salah seorang pemuda di Kecamatan Mentok membenarkan kalau aktivitas tambang tersebut sudah beroperasi kembali.

Baca Juga  Sediakan Tempat Latihan Tari, PT Timah Tbk Dukung Siswa Ikuti FLS2N di Bangka Barat

“Baru siang tadi bang orang mulai kerja lagi dan ada beberapa ponton yang baru saja ditarik dari luar Keranggan ke sini. Saya tidak tahu siapa orang yang membuka kembali kegiatan ini, tetapi saya tadi ditelepon bos untuk datang ke sini dan bekerja,” ujarnya.

Dia mengatakan, tugas dirinya di dalam aktivitas itu hanya sebagai tukang ojek, mengantar pekerja tambang dari pesisir ke tengah laut tempat ponton beroperasi. Selebihnya yang dia tahu, pihak yang menjalankan kegiatan itu adalah orang lama seperti sebelumnya.

Sementara itu, Satria menyebut bahwa sebelum aktivitas tersebut berjalan, ada pertemuan dan rapat antara warga, para penambang serta pihak terkait. Rapat pertemuan itu berlangsung pada Selasa (3/12/2024) tadi malam serta penyaluran bendera untuk bekerja.

Baca Juga  Sederet Fakta Aksi Pencurian Pasir Timah di KIP Sanko, Dua Tersangka Diproses Polsek Belinyu

“Informasi yang saya dapat siang ini di lapangan sudah ada 50 ponton jalan. Soalnya tadi malam saya ikut pergi ke lokasi tempat orang rapat, ada 300 nomor yang dibagikan dan diambil semuanya oleh orang,” ujar Satria yang berdomisili di Keranggan itu.

Ironisnya, kata Satria, warga Keranggan yang hendak menjalankan ponton untuk turut andil dalam aktivitas itu tak kebagian nomor bendera. Hal ini tentu sangat disayangkan dirinya mengingat aktivitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan ekonomi warga lokal.