Pasca Pilkada, Tambang Keranggan Beroperasi Lagi, Disorot Sejumlah Masyarakat
Warga lainnya, Melki justru tidak setuju dengan kehadiran tambang tersebut. Ia menilai, keberlanjutan operasi tambang ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama nelayan setempat yang menggantungkan hidup dari hasil laut.
“Beroperasinya tambang timah ilegal di Laut Keranggan tidak hanya menjadi ancaman bagi kelestarian lingkungan. Tetapi juga memperburuk kondisi sosial dan ekonomi nelayan. Aktivitas ponton yang masif merusak ekosistem laut,” ungkap dia kepada wartawan.
“Menghancurkan terumbu karang serta mengganggu habitat ikan. Akibatnya, hasil tangkapan nelayan semakin menurun. Laut ini semakin parah. Kami nelayan kecil jadi susah cari ikan, padahal ini satu-satunya sumber penghidupan kami,” tambah dia.
Selain itu, ia melihat pencemaran yang disebabkan oleh limbah tambang memperburuk kualitas air laut. Dampak lainnya memengaruhi biota laut, dan berpotensi mengancam kesehatan masyarakat pesisir. Ia berharap ads tindakan tegas dari pihak berwenang.
“Kami menuntut tindakan tegas dari pihak berwenang untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal. Keterlibatan oknum tertentu yang diduga memberikan perlindungan kepada operator tambang harus diusut tuntas,” ungkap dia.
“Kembali beroperasinya tambang ilegal ini tidak hanya menunjukkan lemahnya pengawasan, tapi juga memperlihatkan ketidakpedulian terhadap dampak jangka panjang yang ditimbulkan. Jika dibiarkan, Laut Keranggan akan kehilangan fungsi ekologisnya,” ujarnya.
Lebih jauh, masyarakat pesisir akan terus menderita dampak tambang ini nantinya. Oleh karena itu, dia kembali harap adanya tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH). Jangan sampai keuntungan dari aktivitas ini hanya dinikmati segelintir orang.
“Harusnya aparat bertindak tegas. Jangan sampai hanya karena keuntungan segelintir orang, masa depan laut dan kehidupan kami dikorbankan,” timpal salah seorang tokoh masyarakat setempat yang tidak mau disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi terkait aktivitas tambang di Laut Perairan Keranggan. Publik kini menunggu keberpihakan nyata dari APH dalam melindungi lingkungan dan masyarakat.
