Salah satu wisatawan lokal sedang menikmati suasana kawasan wisata Danau Bangkanesia Desa Sadap, Kabupaten Bangka Tengah. (Foto Sindy Ayu Kirana)

Wisata Bangkanesia ini berada di Desa Sadap, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, sekitar 30 menit dari pusat Kota Koba.

Bangkanesia dulunya merupakan Badan Usaha milik Swasta yang bergerak dibidang Usaha Pemanfaatan Hasil hutan Kayu pada Hutan tanaman Industri dalam Hutan Tanaman Produksi di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, namun info terbaru mengatakan izin PT. Bangkanesia ini sudah cabut.

Meskipun, masih berpotensi luar biasa dengan pemandangan menakjubkan, wisata Bangkanesia nampak sudah tak lagi terurus, mulai dari rerumputan dan semak belukar yang rimbun, sampai sepinya pengunjung.

Padahal, masih ada daya tarik yang ditawarkan dari wisata Bangkanesia ini, seperti pemandangan alamnya yang indah. Bahkan, dari tepi danau, wisatawan bisa melihat langsung gugusan bukit yang hijau dan pohon alam yang rimbun.

Pengunjung juga bisa mengunjungi rumah-rumah tradisional yang ada di wisata Bangkanesia.

Selain itu, pengunjung juga dapat mengabadikan momen di tepi danau dengan mengambil foto ataupun video, sekaligus menikmati senja di sore hari.

6. Air Terjun C2 Bukit Pading

Air Terjun C2 Bukit Pading, Bangka Tengah (Foto infopromodiskon.com)

Air Terjun C2 Bukit Pading di Bangka Tengah adalah salah satu destinasi wisata alam yang sangat menarik untuk kamu yang mencari petualangan di luar wisata bahari.

Terletak di Desa Mayang, Kecamatan Lubuk Besar, air terjun ini dapat dijangkau hanya dalam beberapa menit dari pedesaan.

Menjadikannya tempat yang mudah diakses namun tetap menawarkan pengalaman alam yang memukau.

Di sini, kamu bisa merasakan sensasi berendam dan berenang di kolam alami yang jernih, dikelilingi oleh pepohonan hijau yang menambah kesejukan suasana.

Baca Juga  Bulan Bakti Perternakan, Bupati Algafry Dorong Swasembada Sapi di Bangka Tengah

Air Terjun Bukit Pading memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi para wisatawan yang suka berpetualang.

Selain menikmati keindahan air terjun, kamu juga bisa menikmati kegiatan berkemah di sekitar area air terjun.

Traveler lokal sering memanfaatkan tempat ini untuk camping, menikmati keindahan alam dan suasana malam yang tenang.

Aktivitas ini menjadi pilihan sempurna bagi kamu yang ingin merasakan sensasi camping yang berbeda, sambil menikmati suara gemericik air terjun yang menenangkan.

Selain aktivitas berkemah, Air Terjun Bukit Pading juga menawarkan peluang untuk eksplorasi alam lebih dalam.

Berjalan-jalan di sekitar air terjun dan menikmati keindahan alam sekitar membuat liburan di sini terasa lebih menyegarkan.

Setelah berendam atau berenang di kolam air terjun yang segar, kamu bisa melanjutkan petualanganmu menjelajahi tempat wisata alam lain di sekitar kawasan ini.

7. Air Terjun Sadap Desa Perlang

Air Terjun Desa Sadap (Foto: jadesta.kemenparekraf.go.id)

Objek wisata air terjun ini di Desa Perlang. Suasananya masih alami dan natural yang bisa memanjakan mata. Musim liburan sekolah seperti ini, Air Terjun Sadap menjadi salah satu objek wisata yang menyenangkan untuk dinikmati.

Air terjun Sadap ini tepatnya berada di bawah kaki bukit Pading di dusun Sadap desa Perlang Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah. Air terjun ini memiliki lebar 3 m dan panjang enam meter dengan kemiringan jatuhnya air sekitar 45 derajat ke dasar kolam dibawahnya.

Baca Juga  Air Terjun Batu Berlubang: Wisata Alam Menakjubkan di Kaki Gunung Maras

Jalan menuju lokasi memang agak terpencil dan memakan waktu kurang lebih 30-40 menit dari Desa Perlang menuju kaki bukit Pading, yang memanjang puluhan kilometer. Berjarak sekitar 7 km dari Kota Koba, ibukota kabupaten Bangka Tengah atau 75 km dari Pangkal Pinang.

Di sepanjang perjalanan, mata kita akan senantiasa dimanjakan pandangan bernuansa hijau dan menarik. Bahkan dibeberapa lokasi bekas areal penambangan, banyak terdapat kolong / danau-danau kecil dengan air yang jernih dan dalam.

Kawasan air terjun tersebut, merupakan salah satu tujuan wisata alternatif yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama para muda mudi di Pulau Bangka. Bahkan telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah sebagai salah satu tujuan wisata dan dimasukkan dalam peta wisata daerah.

Air terjun sadap pada dasarnya merupakan air yang mengalir dari ketinggian kurang lebih 6-8 meter dengan alur air bebatuan. Adapun sumber air tersebut, konon katanya di puncak bukit terdapat danau besar yang terbentuk secara alami.

Dengan banyaknya bebatuan yang melingkupi kaki bukit tersebut, kian menjadikan kawasan air terjun itu semakin terasa menyejukkan. Apalagi air yang jernih sangat menumbuhkan minat untuk mandi. Dan untuk tempat bersantai juga banyak ditemukan batu-batu yang berukuran besar dan beragam bentuk.

8. Hutan Pelawan Desa Namang

Hutan Pelawan Desa Namang. (Foto bangkatengahkab.go.id)

Hutan Pelawan Namang di Bangka Tengah menawarkan wisata alam dengan keanekaragaman hayati endemik, pohon pelawan, dan madu pahit khas Bangka.

Baca Juga  Mau Wisata Malam Bareng Keluarga? Yogyakarta dan Bandung Bisa Jadi Pilihan

Hutan Pelawan Namang adalah objek wisata alam terkenal di Bangka Tengah yang menyajikan keindahan flora dan fauna endemik. Terkenal dengan pohon pelawan dan madu pahit khasnya, hutan ini menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara.

Hutan Pelawan Namang terletak di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Pengunjung dapat menjangkau hutan ini dengan kendaraan pribadi atau umum dari Kota Pangkalpinang dalam waktu sekitar 45 menit.

Hutan Pelawan Namang buka setiap hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 07.00 hingga 17.30 WIB. Tiket masuk umumnya gratis, namun pengunjung dapat memberikan donasi sukarela untuk mendukung pelestarian dan pengelolaan hutan.

Hutan Pelawan Namang memiliki luas sekitar 300 hektar, yang terdiri dari 47 hektar area wisata dan sisanya adalah kawasan hutan adat. Daya tarik utama hutan ini adalah keanekaragaman hayatinya, dengan ratusan jenis burung, reptil, berbagai jenis pohon, dan flora endemik yang hanya tumbuh di wilayah Bangka.

Pengunjung Hutan Pelawan dapat menikmati ekowisata dengan berjalan di jalur joging yang dikelilingi pepohonan, serta menyusuri jembatan kayu yang menyajikan pemandangan hutan. Selain itu, wisatawan dapat melihat proses panen madu pahit dan manis yang dihasilkan oleh lebah hutan pelawan.

Salah satu produk unggulan dari Hutan Pelawan adalah madu pahit yang dihasilkan lebah hutan. Madu ini memiliki rasa khas dengan khasiat kesehatan, dan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin merasakan kekayaan alam Bangka Belitung.