Program inovasi Jela Nian (Jemput Bola Ibu Hamil Periksa ANC) di Puskesmas Simpang Timbangan, Kabupaten Ogan Ilir, merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Meskipun baru dimulai pada awal tahun 2024, program ini telah memberikan dampak yang nyata, terutama dalam meningkatkan jumlah pemeriksaan kehamilan (ANC). Dengan pendekatan proaktif yang menjangkau ibu hamil secara langsung, program ini tidak hanya meningkatkan akses layanan kesehatan tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan rutin selama kehamilan.

Peningkatan pemeriksaan ANC dari 116 pada tahun 2023 menjadi 154 pada Mei 2024 menjadi bukti nyata efektivitas program ini. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis komunitas seperti Jela Nian memiliki potensi besar untuk mendukung upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi. Dengan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, program ini diharapkan mampu menjadi inovasi yang dapat diterapkan di wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Baca Juga  Transformasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Menyongsong Era 4.0 dalam Kemajuan Budaya dan Teknologi

Untuk memastikan program inovasi Jela Nian (Jemput Bola Ibu Hamil Periksa ANC) dapat meluas dan berdampak positif bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, implementor perlu melakukan pendekatan sistematis berdasarkan teori implementasi yang dikemukakan oleh Purwanto dan Sulistyastuti. Pertama, implementor harus fokus pada distribusi layanan kesehatan yang terjangkau dan tepat sasaran, memastikan bahwa fasilitas pemeriksaan ANC (Antenatal Care) yang ditawarkan melalui inovasi Jela Nian benar-benar menjangkau ibu hamil di wilayah yang membutuhkan.

Hal ini memerlukan pemetaan yang akurat terhadap ibu hamil dengan risiko tinggi atau tinggal di daerah terpencil, sehingga program dapat memberikan dampak yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Kedua, implementor perlu membangun sinergi antara berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, kader kesehatan, dan komunitas lokal. Kolaborasi ini tidak hanya membantu memperluas jangkauan program tetapi juga memastikan keberlanjutan melalui dukungan sumber daya bersama, seperti pelibatan kendaraan operasional atau tenaga medis tambahan. Ketiga, evaluasi berkelanjutan harus dilakukan dengan mengumpulkan umpan balik (feedback) dari ibu hamil dan keluarga mereka, sehingga layanan dapat terus ditingkatkan sesuai kebutuhan.

Baca Juga  Program Inovasi Bapak dan Bunda Asuh Pemkab Basel Dinilai Berhasil Tangani Stunting

Program ini diharapkan dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh ibu hamil sebagai kelompok sasaran utama. Dengan kemudahan akses layanan yang tersedia, diharapkan ibu hamil rutin memeriksakan kehamilannya untuk memastikan kesehatan ibu dan janin. Partisipasi aktif ibu hamil juga berperan dalam mencegah komplikasi dan mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu serta anak di wilayah Puskesmas Simpang Timbangan.

Sumber:

Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan (ANC) di Fasilitas Kesehatan. (n.d.). Ayosehat.kemkes.go.id. https://ayosehat.kemkes.go.id/pentingnya-pemeriksaan-kehamilan-anc-di-fasilitas-kesehatan

‌Penulis merupakan mahasiswa dan dosen Jurusan Administrasi Publik UNSRI