Mimpi di Antara Deburan Ombak Batu Belimbing
“Sangat indah,” sahut Dinda singkat.
Pria tua itu seketika mulai menceritakan tentang Pantai Batu Belimbing itu sendiri. Mendengarkan cerita pria tua itu membuat menggema di hati Dinda. Dia merasa seperti mendapatkan pesan dari semesta. Tidak ada mimpi yang terlalu besar untuk diwujudkan, asalkan dia berani bertahan dan melangkah maju.
Dinda terpejam sejenak membayangkan akan indahnya kenikmatan batu belimbing itu sendiri. Namun ketika ia terpejam dan membuka matanya, pria tua yang bercerita kepadanya itu seketika hilang entah kemana.
“Loh, ke mana pria tua yang bercerita kepadaku tadi?” Gumam dirinya merasa bingung.
“Ah, tapi sudahlah, setidaknya aku sudah tau sedikit cerita tentang pantai indah ini,” gumamnya kembali.
Dinda duduk di atas salah satu batu granit, memandangi ombak yang terus datang tanpa henti. Di sana, ia menuliskan beberapa kalimat pertama untuk ceritanya.
“Pantai Batu Belimbing bukan sekadar tempat untuk menikmati keindahan alam. Di sini, aku menemukan kembali mimpi yang sempat hilang. Seperti ombak yang terus menghantam, aku akan melangkah, mengukir cerita baru.”
Setelah menulis sambil terus menikmati deburan ombak pantai batu belimbing beserta keindahannya.Seketika kedua orangtuanya memanggil, memintanya untuk segera berkemas pulang, berhubung juga hari sudah mulai sore.
“Nak, anakku Dindaaa,” panggil kedua orang tuanya itu.
“Iya Ayah, Ibu, ada apa?” tanyanya yang masih duduk di bantu, menikmati nuansa pantai.
“Ayo, ke mari, Nak, cepatlah berkemas, kita mau pulang!” ujar ayahnya itu.
Dinda dengan cepatnya menghampiri kedua orang tuanya itu untuk bersiap, lalu pulang ke rumahnya.
“Ayah, Ibu, ini sudah siap, mari kita pulang,” ujar Dinda penuh bahagia.
Tanpa banyak bicara, mereka pulang dengan hati yang penuh semangat. Pantai Batu Belimbing telah memberikan Dinda beserta keluarganya lebih dari sekadar pemandangan indah.
“Terima kasih Pantai Batu Belimbing atas momennya hari ini,” gumamnya saat di perjalanan pulang.
Bersama gumamannya itu, dia telah mendapatkan inspirasi untuk melanjutkan perjalanan hidupnya dengan keyakinan baru. Dalam hatinya dia berjanji akan kembali ke sini, ke tempat di mana dia menemukan kedamaian dan inspirasi yang begitu tulus. Pantai Batu Belimbing akan selalu menjadi pengingat bahwa keindahan sejati terletak pada kesederhanaan dan kebersamaan dengan alam.
Simpang Rimba, 31 Desember 2024.
