Cerita Krisna: Pengemudi Truk Tangki yang Meninggal di Cambai Memang Kelelahan
Kemudian, setelah pertemuan tersebut Wahyu dan Krisna melanjutkan perjalanan.
“Ketika sampai ujung Namang, kami berpisah, karena saya ada tuntutan pekerjaan dari Pos, saya juga nelpon beliau berpesan hati-hati Yu, kalau capek istirahat,” ujarnya.
Sembari meneteskan air mata, Krisna menceritakan sosok Wahyu yang dikenalnya baik.
“Sosoknya sangat baik, terutama di komunitas sopir, saya sangat kenal beliau, bahkan Ayahnya sempat nitip pesan, tolong temani Wahyu, karena dia orangnya ngantukan, namun saya ada kerjaan lain,” ujar Krisna sembari meneteskan air mata saat melihat mobil tangki yang dikendarai teman dekatnya di Halaman Satlantas Polres Bangka Tengah.
Ia mengaku sangat kecewa dengan pihak perusahaan yang tidak memberikan waktu libur, agar para sopir bisa beristirahat.
“Saya pribadi dengan orang tua almarhum sangat kecewa dengan keputusan pabrik, karena tidak ada istirahatnya, gak manusiawi kerjanya. Setelah pengapalan kita sudah mengikuti kemauan perusahaan 18 trip, kita kejar 24 jam, lembur dan lelah, tapi gak ada kebijakan dari manejemen untuk istirahat,” ujarnya.
Krisna juga berdoa, agar sang sahabat diterima amal ibadahnya dan husnul hotimah.
“Jenazah tadi pagi sudah diberangkatkan ke Medan, semoga almarhum diterima abal ibadanya dan husnul hotimah,” imbuhnya.
Timelines.id berupaya mengonfirmasi perusahaan sebagai perimbangan berita.

