Catatan Kritis Tingkat Kegemaran Membaca
Apakah jumlah artikel yang dilahirkan para penulis muda dari Bangka Selatan yang bertebaran di media massa tidak Koheren dengan tingkat kegemaran membaca di masyarakat?
Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) adalah tingkat perilaku atau kebiasaan masyarakat untuk memperoleh pengetahuan maupun informasi dari beragam bentuk media yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah secara mandiri dalam jangka waktu tertentu.
TGM dihitung dengan beberapa indikator dan hasilnya dimasukkan dalam skala kategori penilaian TGM.
TGM dinilai dengan menjumlahkan lima jenis indikator. Beragam indikator tersebut meliputi frekuensi membaca per minggu, durasi/lama membaca per hari, jumlah buku yang dibaca per triwulan, frekuensi akses internet per minggu, dan durasi/lama akses per hari.
Apa pun angka tingkat kegemaran membaca Bangka Selatan yang masih sedang, membaca harus digalakkan dan menjadi trend di masyarakat. Dan ini menjadi pekerjaan rumah bagi semua elemen daerah ini.
Sudah saatnya kita menjadi membaca sebagai passion dan gaya hidup.
Mohammad Hatta, tokoh proklamator sekaligus Bapak Koperasi Indonesia. Hatta adalah contoh nyata bagaimana kegemaran membaca mampu mengubah seseorang menjadi pemimpin visioner.
Bahkan, saat pulang dari studinya di Belanda, ia membawa lebih dari 8.000 buku yang diangkut dalam 14 peti besar.
Kecintaan Bapak Koperasi Indonesia itu terhadap buku patut diteladani generasi muda.
Bung Hatta memang tak lepas dari buku, bahkan saat mempersunting istrinya, buku ia jadikan sebagai mas kawin.
Jadi bersegeralah membaca buku. Jangan ditunda.
“Buku adalah pembawa peradaban. Tanpa buku, sejarah itu sunyi, sastra itu bodoh, sains lumpuh, pemikiran dan spekulasi terhenti.
Buku adalah mesin perubahan, jendela di dunia, mercusuar yang didirikan di lautan waktu.” (Barbara W. Tuchman)
Penulis merupakan Ketua GPMB Bangka Selatan.
