Selain paparan, acara ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab serta berbagi pandangan dan pengalaman terkait isi buku.

Salah satu peserta, Adje bertanya tentang bagaimana membangun kebiasaan membaca? “Kita harus jatuh cinta pada membaca. Mulailah dengan menemukan satu buku yang benar-benar kita sukai. Kebiasaan membaca akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar pria yang biasa disapa Ko Toni.

Sedangkan Hany menanyakan proses kreatif dalam menulis novel ini. “Saya memulai dengan menemukan ide yang unik. Setelah itu, saya membuat kerangka cerita dan melakukan riset sesuai kerangka tersebut. Misalnya, salah satu tokoh dalam novel ini, El Green, adalah seorang make-up artist yang terinspirasi dari riset mendalam,” imbuhnya.

Baca Juga  DLH Basel Akui Temukan Dugaan Pelanggaran saat Investigasi ke Perusahaan Tambak Udang

Pertanyaan menarik kembali dilontarkan. Kali ini dari Ketua Rayon Bangka Selatan Hari Gunawan, “Apa tantangan terbesar dalam menulis buku ini?”

“Prosesnya dimulai dari kerangka, lalu riset berdasarkan kerangka itu. Tantangan pasti ada, seperti rasa malas atau ragu. Tapi karena saya sudah jatuh cinta dengan membaca dan menulis, rasa cinta itu mengalahkan segalanya,” ungkap Ko Toni.

Diskusi semakin aktif dan menarik bagi peserta. Kemudian peserta lainnya, Mujiko menanyakan bagaimana cara memotivasi diri untuk menyelesaikan tulisan?

“Kunci utamanya adalah disiplin. Tetapkan batas waktu untuk menyelesaikan karya. Selain itu, mulailah dengan menumbuhkan minat baca pada diri sendiri. Jika kita mencintai tulisan kita, maka pembaca juga akan ikut terinspirasi,” tutur Ko Toni.

Baca Juga  Tiga Pemuda di Toboali Dihantam Linggis dan Kapak di Acara Kuda Lumping, Dua Pelaku Diciduk Polisi

Di sesi akhir diskusi, moderator sempat menanyakan  engapa Ko Toni menyukai warna oranye? “Percaya atau tidak, setiap warna memiliki energi. Oranye melambangkan kreativitas dan kebahagiaan. Warna ini memberi saya energi untuk terus berkarya,” jawab Ko Toni sambil tersenyum.

Ketua Isba Rayo Bangka Selatan Hari Gunawan menambahkan, berharap melalui kegiatan ini budaya literasi semakin tumbuh di kalangan anggota.

“Bersama-sama, mari kita menjadikan membaca dan menulis sebagai kebiasaan yang menginspirasi, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain,” tutupnya.