Menerima Diri, cermin mengajarkan kita untuk menerima kenyataan dari sisi baik maupun segi jelek yang ada pada diri kita sebagai karunia yang diberikan allah swt tuhan yang Maha Esa.

Bersikap Adil,  cermin mengajarkan kita utk tidak pilih kasih dan menghakimi orang lain.

Menjaga Rahasia, cermin tidak menyebarkan kepada orang lain apa yang kita ungkapkan di hadapan cermin, begitu juga kita harus menjaga rahasia orang lain.

Membedakan fakta dan Ilusi, cermin membantu kita untuk membedakan antara fakta dan ilusi sehingga kita tidak terjebak dalam kekeliruan.

Tidak Larut dalam kebahagiaan semu, cermin mengajarkan kita fokus akan fakta keaslian yang terjadi bukan fokus pada kepalsuan.

Baca Juga  Koloni di Rawa Ambisi

Sebagai Karya seni, cermin juga mengajarkan kita dalam dunia seni tentang peran dan aktor yang akan di mainkan/dilukiskan dalam kehidupan.

Namun alangkah naibnya jika saat ini banyak manusia yang lupa akan dirinya sendiri, budaya budi pekerti dan adab yang telah diajarkan para leluhur mereka lama- kelamaan sirna bak ditelan bumi, tokoh nasional Ki Hajar Dewantara telah mengajarkan sebagaimana Trilogi  kehidupan yaitu Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani, yang artinya di depan memberi tauladan dan contoh, di tengah membangun semangat / kemauan, di belakang memberikan dorongan.

Diharapkan ke depan generasi muda yang tumbuh sebagai generasi penerus bisa menjaga budaya, adab, serta adat istiadat agar tidak akan hilang terbawa oleh perubahan zaman.

Baca Juga  Tentang Kita

Inilah yang harus kita tumbuhkan kembali semangat dan cita-cita dari para leluhur terdahulu yang mengajarkan kita tentang makna dan arti kehidupan dari sebuah cermin, bukan hanya sekadar alat bantu cahaya pantulan saja namun lebih kepada makna dari cermin kehidupan manusia di dunia nyata.

Senja Sore di pinggir kota, Senin 27-01-2025, 17.00 Wib