HET Gas Melon di Toboali hanya Rp18.900, Tertinggi di Pongok Rp27.900

PANGKALPINANG, TIMELINES.ID – Pemerintah Provinsi Bangka Belitung sejak pertengahan 2021 lalu telah menerbitkan HET gas melon melalui Surat Kepusutan (SK) Gubernur Nomor 188.4/859/VI/2021 tentang Penentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 Kilogram di Babel.

Dalam surat edaran tersebut dinyatakan harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kilogram yang ditetapkan pemerintah yakni harga ex stasiun pengisian LPG Rp12.750, biaya operasional agen Rp2.750, harga agen ke pangkalan/sub penyalur Rp15.500, margin pangkalan Rp2.500 dan HET LPG Tabung 3 kilogram radius 60 km Rp18.000

Untuk kabupaten ditambahkan ongkos angkut berdasarkan usulan pemerintah daerah setempat dalam SK tersebut, misalkan HET LPG 3 kilogram kabupaten Bangka dalam radius 60km Rp18.000, namun kecamatan Riau Silip Rp18.400 dan Belinyu Rp18.800.

Baca Juga  Ratusan Umat Hindu di Bangka Selatan Laksanakan Ritual Taur Agung

Sedangkan kabupaten Bangka Tengah untuk Kecamatan Lubuk Besar Rp18.500 dan Sungaiselan Rp18.250.

Kabupaten Bangka Selatan untuk Kecamatan Payung Rp18.300, Airgegas dan Simpang Rimba Rp18.500, Pulau Besar Rp18.800, Toboali Rp18.900, Sadai Rp19.400. Sedangkan HET daerah kepulauan yakni Rp23.700 untuk wilayah Penutuk, Tanjung Labu dan Tanjung Sangkar Rp25.200 dan Kepulauan Pongok Rp27.900.

Untuk Kabupaten Bangka Barat untuk kecamatan Mentok Rp18.200 dan Kecamatan Parittiga Rp18.100. Sedangkan untuk Kabupaten Belitung khususnya di daerah kepulauan seperti Pulau Seliu dan Mendanau Rp20.000, namun Pulau Sumedang Rp22.000.

Dan di Kabupaten Belitung Timur, untuk Kecamatan Damar, Gantung Simpang Pesan Rp18.200, namun Kecamatan Manggar Rp18.350. Untuk daerah kepulauanmya seperti Pulau Ketapang Rp22.200, Pulau Buku Limau Rp22.350, Pulau Sekunyit Rp22.700, Pulau Long Rp23.700 dan Pulau Batu Rp25.200.

Baca Juga  55 Warga Desa Pangkabuluh Terima BLT Tahap I

Sebelumnya, seorang warga Toboali ngeluh lantaran sulit mendapatkan gas subsidi 3 kilogram. Dalam postingan akun Nino Nini di grup FB Kabar Basel Kite ia menyebut, sulit mendapatkan gas melon di Tobaoli.