Ketua GPMB Kenalkan Teknik Wawancara di Sekolah Jurnalistik GP Ansor Basel
“Sebagai pewawancara kita harus mempersiapkan terlebih dahulu terkait pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber serta punya pengetahuan atau latar belakang orang yang akan diwawancarai. Kita juga diharapkan mampu memberikan pertanyaan yang kritis agar informasi yang kita gali dapat tersampaikan dengan baik serta bermanfaat untuk publik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rusmin menerangkan sebagai wartawan harus memiliki style atau karakter tersendiri untuk menggali sesuatu informasi atau hal-hal yang di luar pertanyaan public.
Selain itu, kata penulis buku Leksikon ini berujar dalam teknik wawancara berita harus seimbang karena yang dinilai bukan cuma 1 sisi saja.
“Sehebat apapun berita kalau tanpa ada wawancara dari sisi yang berbeda maka berita tersebut tidaklah sempurna. Misalnya ada berita kecelakaan, yang kita wawancara tidak hanya dari pihak kepolisian saja, melainkan juga dari pihak keluarga si korban, saksi setempat dan sebagainya, agar publik mendapatkan informasi secara utuh,” terangnya.
Pertemuan ini, turut dihadiri Dwikki Ogi Dhaswara, Pamong Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan. Findra ketua umum, Abdul Ghofur sekretaris, Rapi Pradipta bendahara serta puluhan kader GP Ansor Basel lainnya.
Pertemuan rutin sekolah jurnalistik, seperti biasa dikemas dalam suasana yang senang, gembira dan duduk bersantai seraya mendengarkan narasumber menyampaikan materi, setelah itu barulah dibuka forum diskusi interaktif untuk para peserta bertanya dan saling sharing pengalaman kepada narasumber.
