Oleh: Rusmin Sopian — Penulis yang tinggal di Toboali

Pada era globalisasi, budaya lokal semakin terancam oleh arus budaya asing yang masif. Tidak heran banyak tradisi dan kearifan lokal yang mulai ditinggalkan oleh generasi muda.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai daerah yang memiliki ragam budaya yang tersebar di berbagai daerah. Mulai dari pantun hingga tarian. Mulai dari lagu hingga alat musik.

Literasi budaya menjadi kunci untuk memahami, menghargai, dan melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia.

Literasi budaya adalah kemampuan individu untuk memahami, menghargai, dan mengaplikasikan pengetahuan tentang berbagai aspek budaya.

Dengan memahami akar budaya bangsa dan daerah ini, kita dapat membangun rasa memiliki dan tanggung jawab untuk melestarikannya.

Baca Juga  Catatan Literasi Jurnalistik di Penghujung Tahun

Melalui literasi budaya kita dapat menghargai keberagaman budaya yang ada di Indonesia dan membangun rasa persatuan yang lebih kuat.

Oleh karena itu kita patut memberikan apresiasi untuk program kerja dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menggelar Bimbingan Tehnis kepenulisan berbasis konten budaya lokal yang digelar pada  27 hingga 28 Mei yang lalu.

Dan hari Rabu (28/5) para peserta dibawa langsung ke Kampung Adat Gebong Memarong Desa Aik Abik untuk mendapatkan informasi langsung dengan narasumber Datuk Akhmad Elvian dan para sesepuh serta tokoh budaya Gebong Memarong.