Melestarikan Budaya Lokal Melalui Literasi Budaya
Sementara narasumber lain yang dihadirkan pada hari pertama adalah begawan budaya Negeri Serumpun Sebalal, Daerah Bangka Belitung, diantaranya Yan Megawandi, Hendra ( Ketua AJI Pangkalpinang) dan Yoga dari Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka.
Tentunya kegiatan ini akan memberikan nutrisi bagi dunia kepenulisan literasi berbasis budaya, khususnya budaya lokal.
Kegiatan bimbingan teknis kepenulisan berbasis budaya lokal ini merupakan bentuk tanggung jawab dan peran aktif Pemerintah dan masyarakat dalam upaya meningkatkan literasi budaya mengingat daerah ini adalah lumbungnya budaya lokal yang patut dijaga, dirawat dan dilestarikan oleh semua elemen masyarakat.
Tentunya kita sebagai warga bangsa yang berkehidupan di daerah ini tidak mau budaya lokal yang dimiliki daerah ini ditaklukkan oleh budaya asing yang berkembang secara masif.
Tentunya kita sebagai warganegara yang berkehidupan di rumpun tanah Melayu ini tidak mau ketika para generasi muda, pewaris daerah ini tidak mengenal budaya lokal daerah Negeri Serumpun Sebalal.
Entah apa jadinya ketika para generasi muda daerah ini lebih mengenal K-Pop Korea daripada memahami musik Dambus.
Literasi budaya adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Dan ini menjadi tanggung jawab kita semua yang berkehidupan di negara ini khususnya yang berkehidupan di Negeri Serumpun Sebalal untuk menjaga, merawat dan melestarikannya.
Kita yang berkehidupan di daerah ini sudah sepantasnya menjadi pioner pelestari budaya kita sendiri. Kalau bukan kita siapa lagi.
Saatnya kita mencintai budaya lokal dan bangga dengan budaya kita sendiri.
Bukankah demikian para pembaca?
