Berdamailah Seniorku (PWI), Kami Merindukan Itu
PWI terbelah dua. Zulmansyah Sekedang, Ketua PWI versi KLB menggelar HPN di Provinsi Riau. Hendry CH Bangun juga melaksanakan kegiatan yang sama di Provinsi Kalimatan Selatan.
Penulis meyakini ribuan anggota PWI di Indonesia juga merasa gundah. Mengapa perseteruan para senior ini terlihat makin sengit. Bukankah mereka panutan kita?
Satu lagi yang wajib kita ingat bahwa tujuan keberadaan PWI adalah bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
Di alinea ke-4 jelas membawa pesan bahwa bangsa ini mendukung perdamaian abadi dan keadilan sosial. PWI bagian dari komponen yang mendukung perdamaian itu.
Namun konflik yang terjadi di tubuh PWI pun belum pernah terbersit kata damai.
Penulis jadi teringat pesan Bung Karno sang Proklamator. “Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsanya hidup dalam damai dan persaudaraan”.
Pesan sarat makna perdamaian dan persaudaraan. Kekuatan sejati bukan terletak pada kemampuan untuk menghukum melainkan pada kemampuan untuk memaafkan dan menciptakan perdamaian.
Tahun ini PWI sudah menginjak usia ke-79. Usia yang takmuda lagi. Umur di mana orang-orang di dalamnya penuh dengan kematangan berpikir dan bertindak.
Usia di mana kita saling merangkul dan menguatkan satu sama lain. Usia di mana kita bersatu dan teguh untuk mewujudkan cita-cita PWI.
Wahai seniorku Zulmansyah Sekedang dan Hendry CH Bangun, berdamailah atas nama PWI yang kita cintai. Kami sangat merindukan itu, perdamaian PWI, perdamaian abadi.
Selamat Hari Pers Nasional 2025
Penulis merupakan Ketua PWI Kabupaten Bangka Selatan
