Sedangkan untuk tabilitas sistem Keuangan Bangka Belitung di triwulan IV 2024 sejalan dengan kredit yang masih tercatat tumbuh meskipun melambat, ditengah kualitas kredit yang semakin membaik.

Kredit berdasarkan lokasi proyek tumbuh 7,31% (yoy), sedangkan kredit lokasi bank tumbuh lebih tinggi 10,31% (yoy). NPL juga tercatat membaik sebesar 2,85% (lokasi proyek)dan 1,57% (lokasi bank). Di sisi lain, kinerja DPK tercatat kontraksi membaik sebesar-0,32% (yoy).

Penyaluran kredit perbankan tercatat mengalami pertumbuhan yang didorong oleh kinerja kredit investasi dan kredit konsumsi yang tumbuh tinggi, yaitu kredit investasi tumbuh 31,70% (yoy) dan kredit konsumsi tumbuh 8,64% (yoy).

“Dari sisi sektoral, pertumbuhan kredit tertinggi disalurkan ke LU pertanian, perburuan, kehutanan sebesar 43,38% (yoy) dengan pangsa sebesar 13,30% dari total kredit,” ujarnya.

Baca Juga  H-1 Iduladha, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Babel Aman

Kredit RT dan UMKM tercatat mengalami pertumbuhan, yaitu tumbuh Kredit RT tumbuh sebesar 8,60% (yoy), didukung kinerja KPR dan Multiguna yang masing – masing tumbuh 8,87% (yoy) dan 6,55% (yoy).

“Adapun KKB tercatat melanjutkan kontraksi, yang didorong kontraksi KKB Mobil sebesar 5,53% (yoy). Di sisi lain, kredit UMKM tercatat tumbuh 0,57% (yoy) yang didorong pertumbuhan jenis kredit investasi sebesar 11,87% (yoy). Secara spasial, Kredit UMKM paling banyak tersalur ke jabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang,” tutupnya.**