Dan untuk sasaran lebih banyak sosialisasi ke masyarakat karena yang terlibat kecelakaan adalah pelajar, maka lebih banyak menyasar ke pelajar, jadi lebih ke buruh perkebunan, petani dan nelayan.

Upaya-upaya yang dilakukan adalah pemasangan spanduk dan sosialisasi seperti pelanggaran secara kasat mata sudah banyak yang turun karena masyarakat sudah banyak menggunakan helm dan itu dibuktikan dengan angka kecelakaan 2023 ke 2024 ada penurunan.

“Sistem hunting terus dilakukan untuk pelanggaran-pelanggaran kasat mata seperti tidak pakai helm dan penindasan knalpot yang tidak memenuhi standar sebagai upaya pemberantasan geng motor,” tutupnya.**

Baca Juga  Berkas Perkara Investasi Bodong di Pangkalpinang Telah Masuk di Pengadilan Negeri