Kata Eko Fernando, tower SUTET akan cukup aman dari kelongsoran, apabila jarak antara aktivitas dengan tapak tower minimal sekitar 50 meter.

“Resikonya ketika (tower) itu tumbang, maka wilayah Bangka Tengah dan Bangka Selatan akan berdampak padam (listrik),” tuturnya.

Jika tower SUTET sudah tumbang, perkiraan pemulihan listrik kembali bisa memakan waktu 7-10 hari tergantung material cadangan yang tersedia.

Tidak hanya pemadaman listrik berhari-hari dengan jangkauan dua kabupaten, tapi keselamatan masyarakat di sekitar wilayah tersebut juga terancam.

Ketika tower SUTET tumbang masyarakat terancam tertimpa dan tersengat tegangan listrik sebesar 150k Volt.

Sementara ini, terpantau ULP PLN Koba baru ada dua tower SUTET di kawasan Merbuk yang berpotensi tumbang, karena aktivitas tambang timah.

Baca Juga  Polres Bateng Bongkar Paksa Ponton Ilegal di Kawasan Merbuk

Tapi, apabila aktivitas pertambangan timah merambah lebih luas, maka ada satu lagi tambahan tower SUTET yang berpotensi akan tumbang.

Demi menjaga keamanan beberapa tower SUTET yang ada di kawasan pertambangan, nantinya PT PLN akan berkoordinasi dengan PT Timah setelah semua perizinan sudah lengkap.

“Kalau pun PT Timah akan melakukan penambangan di sana, kita juga akan berkoordinasi terkait keamanan terhadap jaringan instalasi listrik kita yang ada di seputaran Merbuk,” pungkasnya.