Dengan berperawakan besar tinggi Lasimin yang berasal dari Nusa Tenggara Selatan tepat nya Bau Bau atau Keturunan Buton asli mengajak ku untuk berlayar membawa pasir timah ke negeri tetangga.

Berpangkal di pelabuhan Tanjung Sabang atau di Pelabuhan Bom Pendek Toboali kami beranjak dengan 5 orang awak kapal menuju pelabuhan Singapura.

Ketika sampai pada perbatasan Indonesia Singapura kami di sambut oleh patroli Singapura pada masa itu melalui jalur tikus memasuki suatu kawasan khusus untuk melakukan bongkar muat barang yang kami bawa berupa pasir timah.

Dari penampilan pakaian dan barang yang dipakai seseorang pada masa itu sudah bisa dipastikan bahwa dia adalah bukan orang biasa.

Baca Juga  Areom Memeluk Pelanduk

Sudah tentu seseorang tersebut pernah melakukan aktivitas sebagai semukel (penyelundup pasir timah) atau keluarga dari semukel yang berlayar ke negeri seberang untuk menjual pasir timah secara ilegal tanpa dokumen dari pemerintah yang sah.

Nama Lasimin dan sahabat sahabatnya sangat dikenal pada masa itu dengan kepiawaian nya mengelabui para petugas di darat maupun di laut.

Hingga menemui ajal nya Lasimin tak pernah terjerat dalam melakukan aksi nya sebagai semukel.

Masih kah ada Lasimin Lasimin yang lain pada saat zaman sekarang?

Walahualam, Wassalam, Yoelch