Untuk itu, Wendo berharap DPRD Bangka Belitung dapat menindaklanjuti aspirasi dari PHRI untuk mendorong kembali sektor pariwisata Bangka Belitung.

“Pariwisata merupakan potensi sektor penggerak ekonomi masyarakat Bangka Belitung. Jika kondisinya seperti ini sangat berdampak kurang baik bagi dunia perhotelan serta restoran,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Babel, Edi Nasapta berharap Pj Gubernur Babel dapat merevisi surat edaran yang diterbitkan.

Menurut Edi, surat edaran tersebut terkesan menghapuskan kegiatan pemerintahan di hotel dan restoran.

Padahlan inpres hanya membatasi bukan menghapus seluruhnya.

Ia juga menyinggung harga tiket pesawat yang tinggi berdampak menurunnya angka kunjungan wisata ke Bangka Belitung.

“Kita harap pusat dapat mengintervensi harga tiket ke Babel untuk membantu perekonomian di sektor pariwisata,” tutupnya,

Baca Juga  Tak hanya di Pemprov, 257 Honorer Bangka Barat Juga Dirumahkan