Ibaratkan sebuah ladang atau sawah, butuh proses untuk menuju masa memanen.

Ada waktu uttuk mengolah tanah agar gembur kemudian ditanami tumbuhan, agar tidak mati tanaman tersebut maka harus diairi dan disiram.

dirawat agar nanti hasil dari tanaman bisa dipanen dengan maksimal. demikian juga dengan bulan Ramadan ini para ulama’ terdahulu jauh-jauh hari sudah bersiap-siap menyambut bulan kebaikan ini.

Dimulai dari bulan Rajab dengan memperbanyak amal-amal sunnah dilanjutkan dengan bulan Sya’ban ditingkatkan amalan sunnah tersebut bahkan jauh-jauh hari berdoa agar diberkahi dan disampaikan pada bulan Ramadan, ‘Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban wa ballighna ramadhan’ ya Allah berkahilah kami dibulan rajab dan sya’ban dan sampaikanlah kami dibulan ramadhan’’

Baca Juga  Pentingnya Belajar Puasa Sejak Dini

Disebut dengan bulan memanen karena pada bulan Ramadan inilah semua amal-amal kebaikan dilipatgandakan oleh Allah pahala dan kebaikannya.

Orang-orang sholeh jika memasuki bulan Ramadan mereka memaksimalkan waktunya dengan ibadah. Mereka meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah mereka selama bulan Ramadan.

Sehingga hal–hal yang berurusan dengan keduniaan bahkan mereka acuhkan, hal ini karena mereka benar-benar memahami keutamaan bulan Ramadan.

Ramadan juga disebut dengan bulan Al-Qur’an. Hal itu karena pada bulan itulah diturunkannya Al-Qur’an yang mulia.

Sesuatu yang berkaitan dengan Al-Qur’an itu akan dimuliakan oleh Allah SWT.

Bulan Ramadan mulia karena di dalamnya ada Nuzulul Qur’an atau dturunkannya Al-Qur’an.