Oleh: Ustaz Al Anshori, M.Pd., Pimpinan Pondok Pesantren Qur’an Cahaya Bangka Selatan

Waktu terus berputar tanpa kita sadari, hari berganti hari, bulan pun silih berganti. Kita berada di penghujung bulan Sya’ban yang penuh dengan ceria dan bahagia.

Di penghujung bulan ini juga seluruh umat muslim di dunia menunggu momentum pengumuman penetapan awal bulan selanjutnya yaitu bulan Ramadan. Di Indonesia pemerintah melalui Kementerian Agama melakukan sidang Isbat bersama dengan ormas-ormas serta MUI. Hasilnya diumumkan kepada seluruh masyarakat melalui berbagai media masa.

Ramadan merupakan bulannya para orang-orang yang beriman. Hanya orang yang beriman yang merasa bangga dengan hadirnya bulan yang penuh dengan keberkahan ini. hal ini dikuatkan oleh Allah dalam firmannya:

Baca Juga  Belajar dari Kisah Nabi Yusuf (Bagian 17): Memilih Penjara demi Menjaga Islam

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَععَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Q.S Al Baqarah 183

Berdasarkan ayat di atas bahwa Allah SWT menyapa dan memanggil orang-orang yang beriman untuk melaksanakan puasa.

Itu berarti bahwa hanya orang-orang yang berimanlah yang merasakan keindahan dan keberkahan dari bulan Ramadan ini, apakah kita termasuk orang-orang yang beriman? Tentunya jawaban itu bisa dilihat bagaimana perasaan kita saat menyambut bulan Ramadan ini.

Ramadan, bulan yang selalu dirindukan kehadirannya akan segera tiba. Mengapa selalu dirindukan, karena Allah memanjakan hamba-hamba-Nya dengan limpahan pahala yang dijanjikan.

Baca Juga  Mancing di Ramadan: Ibadah Lancar, Hobi Tetap Jalan

Tak salah jika Ramadan disebut sebagai bulan panen raya. Abu Bakr al-Warraq al-Balkhi mengatakan: “Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban bulan untuk mengairi, dan Ramadhan bulan untuk memanen.