Akan tetapi takdir berkata lain, yakni terdapat kesalahan pemberkasan pada saat proses verifikasi di kampus Universitas Sriwijaya (UNSRI) tersebut hingga dibatalkan oleh pihak kampus.

Rudiyanto tak putus asa dan memutuskan untuk mendaftarkan kuliah di kampus lain karena memang posisi saat itu sudah berada di kota Palembang.

Syukur Alhamdulillah ia lolos seleksi mandiri di kampus UIN Raden Fatah Palembang jurusan Pendidikan Agama Islam pada tahun 2015.

Beberapa bulan tinggal di asrama Ikatan Pelajar Mahasiswa (ISBA) Palembang, Rudiyanto mendapatkan tawaran dari sahabatnya untuk menjadi seorang marbot di Masjid Al-Munawwaroh Jl. Darmapala kota Palembang.

Dengan berbekal pengalaman menjadi marbot semasa SMA, ia pun langsung menerima tawaran tersebut.

Baca Juga  Yulizar Adnan: Dari Birokrasi ke Petani

Syukur Alhamdulillah semester pertama hingga semester kedua dapat dilaluinya dengan baik nyambi menjadi marbot Masjid. Nilai mata kuliah pun sangat memuaskan. Hingga akhirnya ia pun diusulkan untuk mendapatkan beasiswa hingga mendapatkan beasiswa tersebut sampai selesai kuliah.

Dengan takdir Allah SWT, ia dapat menyelesaikan perkuliahan dengan predikat pujian (cumlaude) serta dapat menyelesaikan perkuliahan dengan cepat yakni selama 3 tahun 8 bulan.

Ketika menjadi marbot di kota Palembang, beberapa Masjid dan Mushola yang pernah di embannya ialah masjid Al-Munawwaroh, Jl. Darmapala kota Palembang, Masjid Nurul Huda, Jl. Seroja kota Palembang serta Mushola SMA N unggulan 3 kota Palembang.

Selama kuliah di kota Palembang, ia juga nyambi bekerja seperti kerja bangunan, kerja perkebunan, kerja di fotocopy dan lain sebagainya.

Baca Juga  Pengabdian Seorang Guru yang Menantang Ombak hanya untuk Mengajar

Transportasi dari Bangka ke kota Palembang bahkan ia lalui dengan mengendarai sepeda motor setiap tahunnya. Semuanya ia lakukan juga karena ingin meringankan beban orang tua dan membiasakan diri untuk hidup mandiri.

Kini lelaki yang pernah mengemban amanah sebagai Marbot itu telah menjadi tenaga pendidik di SDN 9 Kecamatan Airgegas Bangka Selatan dengan status sebagai Pegawai Negeri Sipil ( PNS).

Dari Rudyanto, kita bisa mendapatkan kisah inspiratif dan sebuah bukti kerja keras akan berbuah manis.

Terima kasih untuk Pak Guru Rudyanto untuk kisahnya yang sangat inspiratif.

(Disari dari tulisan Rudiyanto, “Inspirasi Ramadhan: 7 Tahun Menjadi Marbot Masjid hingga Meraih Kesuksesan)