Sementara itu, Kabupaten Belitung Timur mengalami inflasi secara tahunan sebesar 0,61% (yoy). Adapun komoditas utama yang memberikan andil inflasi yaitu emas perhiasan, akademi/perguruan tinggi dan cumi-cumi.

Rommy menambahkan Bank Indonesia bersinergi dengan TPID dan mitra strategis lainnya terus berkomitmen untuk menjaga inflasi pada rentang yang rendah dan stabil serta turut mendukung 3 (tiga) langkah strategis untuk memperkuat pengendalian inflasi yaitu (i) menjaga inflasi 2025 pada kisaran sasaran nasional 2,5±1% dalam rangka mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi, (ii) menjaga inflasi harga bergejolak dalam kisaran 3,0-5,0% dan (iii) memperkuat koordinasi pusat dan daerah dengan penyusunan Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025-2027.

Kerangka kebijakan 4K dalam pengendalian inflasi yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif akan terus diperkuat.

Dalam rangka mendukung keterjangkauan harga bahan pokok khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri, telah dilaksanakan sidak di Pasar Pagi Kampung Melayu dan CV Selamat Jaya pada tanggal 27 Februari 2025 yang dipimpin oleh Pj. Gubernur dan Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan.

Selain itu, sidak pasar juga dilakukan di daerah lainnya yaitu di Kabupaten Bangka pada tanggal 7 Februari 2025 dan 25 Februari 2025 dan Kabupaten Bangka Barat pada tanggal 28 Februari 2025.

Baca Juga  Simpan 1 Paket Sabu, Panjul Diciduk Polresta Pangkalpinang

Selain itu, Bank Indonesia juga mendukung penyelenggaraan Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diorkestrasi oleh dinas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selanjutnya, juga dilakukan pemantauan perkembangan harga secara berkala melaui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dapat dimanfaatkan dalam memonitor perkembangan harga pangan secara realtime.

Dalam rangka menjaga ketersedian pasokan, Bank Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Daerah telah melaksanakan 9 (sembilan) kali kegiatan operasi pasar murah/operasi pasar pangan murah, 4 (empat) kali kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan 1 (satu) kali kegiatan pasar tani selama bulan Februari 2025 yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.

Di samping itu, Bulog juga telah mendistribusikan beras SPHP bekerja sama dengan 8 (delapan) toko ritel modern dan 25 toko pengecer di Pulau Bangka dan bekerja sama dengan 286 toko pengecer di Pulau Belitung.

TPID terus memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai inisiatif kegiatan a.l panen ikan air tawar yang merupakan program smart farming di Pokdakan Pinang Raya Kabupaten Bangka Tengah dengan total panen yaitu 3 ton ikan patin dan ikan nila, panen bawang merah di Kelompok Tani Timur Makmur Desa Air Mesu Timur Pangkalan Baru dengan luas lahan panen bawang merah mencapai 0,5 ha dan diperkirakan akan panen sebanyak 3 ton (kering) bawang merah, perluasan lahan tanam cabai di Bangka Selatan dengan potensi luas lahan mencapai 60.000 m2, produksi olahan ikan di Poklahsar Ikan Asin di Desa Sukajaya Kabupaten Bangka Selatan, budi daya cabai merah sebanyak 3.500 pohon di Ponpes Quran Cahaya Rias Kabupaten Bangka Selatan dengan potensi panen mencapai 2 ton cabai merah dan produksi bawang merah oleh Asosiasi Usaha Tani Bawang Merah di Kabupaten Bangka Tengah.

Baca Juga  Meriahkan Karnaval, Bawaslu Pangkalpinang Sosialiasi Cegah Pelanggaran Pilkada

Dari sisi kelancaran distribusi, Bank Indonesia turut mendukung kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka dengan Bulog Divre Wilayah II terkait penyediaan komoditas penunjang operasi pasar dan membantu fasilitasi distribusi pangan kepada distributor ke lokasi operasi pasar dalam rangka pelaksanaan kegiatan operasi pasar.

Hal ini dilakukan agar harga barang yang dijual lebih kompetitif dibandingkan dengan harga pasar sehingga diharapkan pelaksanaan operasi pasar dapat berkontribusi secara optimal dalam rangka pengendalian inflasi.

Dalam rangka implementasi komunikasi yang efektif, telah dilaksanakan High Level Meeting (HLM) TPID se-Bangka Belitung pada tanggal 26 Februari 2025 yang dipimpin oleh Pj. Gubenur selaku Ketua TPID Provinsi, HLM TPID Kabupaten Belitung pada tanggal 25 Februari 2025 yang dipimpin oleh Wakil Bupati Belitung, peningkatan kompetensi bagi seluruh anggota TPID pada tanggal 12 Februari 2025, rilis opini terkait Pengendalian Inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan publikasi konten belanja bijak dalam rangka menyambut bulan Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri.

Baca Juga  Bripda Naufal Harumkan Nama Babel di Open Karate se-Jawa Barat 2023

Ke depan, Rommy menyampaikan bahwa masih terdapat tantangan bagi TPID dalam menjaga inflasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada rentang yang rendah dan stabil.

Dengan sinergi dan kolaborasi yang baik antar TPID dan semua elemen masyarakat maka sasaran inflasi sesuai dengan target nasional yaitu 2,5%±1% optimis dapat tercapai sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung yang inklusif dan berkelanjutan.