Pahala Menguap dari Kepulan Asap Rokok
Hal seperti ini tentu tidak boleh dibiarkan. Di sisi lain, sebelum bulan Ramadan datang, pemerintah daerah selalu dengan tegas mengeluarkan edaran kepada para pemilik rumah makan untuk memasang tirai di depan rumah makannya untuk menghormati yang berpuasa.
Merokok saat berjualan ini cenderung menantang dan tak tahu malu dan menjadi periaku buruk yang melanggar norma agama dan norma kesopanan.
Jangankan orang yang tidak berpuasa, orang yang berbuka puasa bukan pada waktunya pun akan mendapat siksaan yang berat.
Hal ini telah Rasulullah Saw sampaikan dalam haditsnya: “Dari Abu Umamah berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: ‘Pada saat aku tidur, aku bermimpi didatangi dua orang malaikat membawa pundakku. Kemudian mereka membawaku, saat itu aku mendapati suatu kaum yang bergantungan tubuhnya, dari mulutnya yang pecah keluar darah. Aku bertanya: ‘Siapa mereka?’ Ia menjawab: ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum diperbolehkan waktunya berbuka puasa’.” (HR An-Nasa’i).
Anak-anak kecil pun diajarkan puasa yangyang (puasa makan siang) sebagai metode latihan pendidikan berpuasa sedari dini. Dilatih bertahap berpuasa.
Jika hari pertama berbuka sampai jam 8 pagi, besoknya ditambah sampai Jam 9 pagi, besoknya lagi sampai jam 10 hingga seterusnya genap sampai tibanya Maghrib.
Tugas untuk mengingatkan generasi muda yang merokok saat bulan puasa ini bukan hanya tugas para ulama saja, tapi menjadi tugas kita semua. Orang tua pun jangan lalai memantau aktivitas anak di luar rumah.
Jangan abai dengan perilaku anak. Mari bergegas berburu amal dengan berbagi nasihat kebaikan sebagaimana kita yang juga bersemangat untuk berburu takjil.
Penulis merupakan Analis Bina Kehidupan Beragama pada Biro Kesra Setda Provinsi Bangka Belitung
