“Bicarakan persoalan dengan cara-cara yang lebih bijak, disepakati dengan pihak terkait dan supaya ada keputusan win win solution bagi semua pihak,” tuturnya.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa posko yang dibangun bertujuan mengamankan masyarakat, karena masyarakatnya yang sudah terbagi dua menjadi pro dan kontra.

Sehingga, pos pengamanan tersebut dibangun supaya masyarakat tidak terpecah belah dan kejadian negatif seperti pengusiran tidak terulang kembali.

“Tidak, kita tidak ada mengintimidasi, sangat jauh sekali, kami juga berinteraksi, termasuk kegiatan patroli dilakukan secara dialogis,” ujarnya.

Pendekatan dialogis tetap dilakukan ke masyarakat meskipun masih ada beberapa yang belum puas atas keputusan BUMDes dengan PT Timah.

Personel kepolisian berangsur-angsur sudah ditarik pulang guna mengurangi resistensi masyarakat.

Baca Juga  Masih Soal Konflik Tambang Beriga, Pansus DPRD Babel Konsultasi ke KPPU RI

“Tapi sudah saya berikan pengarahan supaya kepatuhan masyarakat terhadap hukum, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.