Oleh: H. Muhammad Gofi Kurniawan, Lc.

Puasa dalam bahasa arab di sebut shaum atau shiyam secara bahasa bermakna menahan (al-imsaak), adapun menurut istilah makna puasa adalah menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan diiringi niat.

Rasulullah pernah menyampaikan bahwa saat tiba bulan Ramadan umat Islam didorong untuk memperbanyak ibadah. Sebab pahala amal kebaikan di dalamnya akan dilipat gandakan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ، وَلَخُلُوفُ فَمِ الصائم أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Artinya, “Dari Abu Hurairah ra, dia berkata, ‘Rasulullah saw bersabda, ‘Setiap amal anak Adam dilipat gandakan pahalanya. Satu (amal) kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah azza wajalla berfirman, ‘Kecuali puasa, karena puasa itu adalah bagi-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Sebab, dia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku. Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika dia berbuka, dan kebahagiaan ketika dia bertemu dengan Rabb-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wanginya kesturi.” (HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga  Menjalankan Ramadan yang Berkualitas sebagai Ibu

Oleh karena itu Sebagai seorang muslim yang baik sudah selayaknya kita bergembira dengan datangnya tamu istimewa ini.

Selain menjalankan ibadah puasa ada beberapa amaliyah Ramadhan lainnya yang bisa kita lakukan, di antaranya:

Pertama, Memperbanyak Interaksi dengan Al-Qur’an

Selain disebut sebagai bulan puasa, Ramadan juga disebut sebagai syahrul Qur’an (bulan Al-Qur’an) Bahkan kemulian bulan Ramadan sendiri tidak bisa lepas dari peristiwa diturunkannya Al-Qur’an di bulan tersebut. Allah Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَ الْفُرْقَانِ

Artinya: “Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata yang menunjuk kepada kebenaran, yang membedakan antara yang haq dan yang bathil.” (QS Al-Baqarah: 185).

Baca Juga  Amalan untuk Kecerdasan Pahami Ilmu dari Ayat Al-Qur'an

Kita harus banyak belajar dari kisah para salafus shaleh, bagaimana semangat mereka berinteraksi dengan al-Qur’an di bulan Ramadan. Misalkan sahabat Nabi Utsman bin Affan beliau salah seorang sahabat yang biasa mengkhatamkan Al-Qur’an setiap hari.

Imam Syafi’i pernah mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan Ramadan di luar shalat sebanyak 60 kali. Berarti dalam sehari beliau bisa mengkhatamkan dua kali.

Sedangkan imam Qatadah mengkhatamkan Al-Qur’an di luar Ramadan setiap 7 hari sekali, namun pada bulan Ramadan ia bisa mengkhatamkan setiap 3 hari. Serta ia mampu mengkhatamkan Al-Qur’an setiap malam pada 10 malam terakhir bulan Ramadan.

Begitulah para salaful ummah dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an di saat bulan Ramadan.

Kedua, Qiyam Ramadhan (Salat Tarawih)

Salat tarawih adalah shalat malam yang dikerjakan pada bulan Ramadan. istilah tarawih sendiri baru muncul belakangan ketika ia diidentikkan dengan salat berjamaah yang punya jeda istirahat (tarwihah).

Baca Juga  Ingin Rujuk Dengan Mantan Istri? Ini Ketentuannya dalam Islam

Didalam kitab fathul bari Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan asal nama tarawih ini sebagai berikut:

والتَّراويحُ جمعُ تَرْويحةَ وهي المرَّةُ الواحدةُ مِنَ الرَّاحةِ كتَسْليمةٍ مِنَ السّلامِ سُمِّيَت الصلاة في الجماعة في ليالي رمضان التّراويح لأنَّهم أوّل ما اجتمعوا عليها كانوا يستريحون بين كلِّ تسليمتين

Artinya: “Tarawih adalah jamak dari tarwihah yaitu istirahat satu kali, seperti kata taslimah berasal dari kata salam. Salat berjamaah di malam-malam bulan Ramadan disebut sebagai tarawih karena pada awalnya salat tarawih dilakukan secara berjamaah, para sahabat beristirahat di antara setiap dua kali salam.”

Adapun keutamaan salat tarawih dijelaskan langsung oleh Rasulullah dalam sabda-nya

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانَا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذنْبِه

Artinya Barangsiapa shalat tarawih di bulan Ramadan dalam keadaan beriman dan mengharap balasan dari Allah ta’ala, niscaya akan diampuni dosa yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim).

Dalam riwayat yang lain disebutkan